Kegiatan Pengobatan Massal yang dilakukan dalam rangka peringatan 1 Mei sebagai hari Integrasi Papua ke NKRI oleh TNI AL Manokwari bekerjasama dengan sejumlah stake holder. | CAHAYAPAPUA.com | Razid Fatahuddin

1 Mei, 300 Warga Manokwari dapat Pengobatan Gratis

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—Sebanyak 300 an masyarakat Kampung Sowi IV, Kelurahan Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Jumat (1/5/2015) mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama TNI AL dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari serta Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN).

Kepala Fasharkan TNI AL, Kolonel laut (T) Aloysius Sunaryo mengatakan, sebanyak delapan tenaga medis dan dibantu sejumlah para medis gabungan tim bhakti sosial diterjunkan pada kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini melayani lebih kurang 300 pasien. Penyakit-penyakit ringan seperti, pilek, batuk, demam dan lainnya banyak diderita masyarakat. Melalui pelayanan ini, masyarakat mau ikut program KB bisa dilayani juga,” katanya.

Dikatakan momentum 1 Mei ini diharapkan sinergitas masyarakat dengan elemen pemerintah semakin solid untuk membangun Papua yang lebih maju. Untuk itu, ia mengajak semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program pemerintah.

“Semua harus berpartisipasi demi masa depan anak cucuk kita, demi masa depan Indonesia, dan demi masa depan Papua yang lebih baik, lebih sejahtera. Tentu dengan kegiatan ini akan lebih sehat,” katanya berpesan.

Sementara itu Ketua Tim Medis, dr. Daulat Donatus R mengatakan penyakit khusus usia anak-anak yang banyak ditemui adalah demam, batuk, dan influensa. Adapun usia remaja penyakit yang banyak diderita adalah ispa dan penyakit kulit (gatal-gatal).

“Pada usia dewasa penyakitnya adalah sakit bahu, kaki kram, dan pusing, dan daya pandang sudah berkurang serta malaria,” katanya.

Dikemukakan dr. Daulat, pemicu penyakit karena faktor higienitas  atau kebersihan diri sendiri masih kurang terjaga.  Ia menyarankan agar masyarakat kembali galakan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) termasuk menghidupkan posyandu dan rutin memeriksakan diri ke Puskesmas.

“Ini untuk menghindari kuman-kuman penyakit masuk ke tubuh. Kalau kita tidak menjaga daya tahan tubuh maka kuman penyakit mudah masuk ke tubuh kita,” paparnya. |RASYID