Elisa Sahat Maruli Hutagalung Foto: portalkbr.com

1 Tersangka Baru, Akhir Prestisius Bagi Maruli

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Papua akan mengagendakan pemeriksaan mantan Kepala BNI Cabang Manokwari Roy Letlera setelah  ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus  dugaan tindak pidana korupsi APBD-P Papua Barat senilai 78 miliar rupiah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua E.S.Maruli Hutagalung, SH saat dihubungi via telepon seluler, Minggu (2/11/2014) mengatakan,  RL ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat, 31 Oktober  lalu berdasar hasil pengembangan kasus yang dilakukan tim penyidik.

Dengan demikian, jumlah tersangka dalam kasus ini sudah berjumlah tiga orang. Sebab, sebelumnya mantan Sekda Provinsi Papua Barat, ML Rumadas dan Direktur PT Putra Papua Perkasa, Rico Sia sudah ditetapkan sebagai tersangka.

RL ditetapkan sebagai  tersangka karena melakukan pencairan hanya berdasar perintah ML. Rumadas.  Seharusnya sebelum melakukan pencairan RL lebih dahulu bertanya kepada kepala keuangan untuk melihat apakah secara prosedural langkah yang ia lakukan tepat atau tidak.

Kasus itu berawal ketika ada aplikasi anggaran dana prasarana infrastuktur Papua Barat pada 2008 lalu sebesar Rp 670 miliar dari Angaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Tapi waktu itu belum semua dikirim. Masih kurang Rp 78 miliar 907 juta. Pada 28 Desember 2011, kekurangan dana itu ditransfer ke rekening umum kas daerah Papua Barat di Bank BNI Cabang Manokwari,” kata Maruli.

Lalu, atas perintah ML. Rumadas  dana itu dipindahkan ke rekening PT. Putra Papua Perkasa. Pada 16 Januari 2012, pihak bank memindah buku kan dana itu.
Penetapan RL sebagai tersangka adalah akhir yang prestisius bagi seorang Maruli. Ia  akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Kajati beberapa hari lagi. Komitmennya dalam mengungkap sejumlah kasus korupsi diharapkan dilanjutkan oleh Kajati berikutnya.|PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG |TAKDIR

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan