10 Mahasiswa Papua Barat Dilepas ke Australia

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Dinas Pendidikan Provinai Papua Barat, Selasa (2/12/2014), melepas 10 mahasiswa untuk menjalani studi S1 di Australia.

Pelepasan dihadiri Rektor Unipa Dr. Suriel Mofu Spd, Med M.Phil, Plt Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Sudjanti Kamat S.Sos dan Kepala Bidang Dikti Edison Ompe dan seluruh mahasiswa.

10 mahasiswa ini direncanakan diberangkatkan pada 11 Desember ke Australia yang terdiri dari empat jurusan yakni jurusan Kedokteran, Planologi, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik.

Rektor Unipa dalam pelepasan mengatakan, hasil pemilihan kampus di Australia ini adalah atas usulan Unipa yang sudah ada kerjasama dengan Rektor Unipa.

Sebelum berangkat sebelumnya mahasiswa ini sudah diberikan pelatihan selama satu bulan sehingga dengan kesempatan yang ada ini mahasiswa diharapkan bisa meanfaatkan kesempatan dengan sebaik baiknya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Sudjanti Kamat mengatakan, ini adalah program peningkatan sumber daya manusia yang juga masuk pada afirmatif action untuk pendidikan perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Unipa.

Sebelumnya sudah melalui proses seleksi di masing-masing sekolah untuk mengikuti pendaftaran dan mengikuti tes, dan tahap seleksi juga tes tersebut dilakukan di Unipa, termasuk training dan tes kesehatan.

“Jadi intinya unipa yang akan mengkaji kebutuhan Provinsi Papua Barat apa, dan dari situ nanti mereka yang mencari lalu kami yang fasilitasi,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Tinggi Edison ompe mengatakan, untuk program pendidikan luar negeri pemerintah sering terkendala dengan kurs dolar sehingga terkadang target yang diberikan tidak sesuai jika terjadi lonjakan kurs dolar. “Jadi masalahnya yang paling penting adalah pengaggaran,” katanya.

Dikatakan, program ini merupakan afirmasi terkait keberpihakan kepada anak asli Papua. Dengan pendidikan dalam dan luar negeri, afirmasi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi luar negeri ini adalah program gubernur memberikan peluang kepada anak-anak Papua Barat khususnya untuk pengembangan minat mereka untuk nantinya bisa kembali membangun Papua Barat.

Sejauh ini baru tiga negera yang dikirim pertama Cina dan Jerman, dan Autralia. Dimungkinkan tahun depan Selandia Baru dan Jepang. Jerman sudah empat angkatan dan Cina sudah dua angkatan.

Untuk pemilihan negara ini dinas mempertimbangkan berdasarkan negara yang memiliki bidang pendidikan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, sehingga nantinya ketika mahasiswa kembali bisa mengabdikan diri mengelola sumber daya alam yang ada di daerahnya. Contohnya untuk Australia merupakan negara yang paling bagus untuk mendukung kebutuhan pembangunan peternakan di Papua. |DINA RIANTI

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan