DPRD Kab. Manokwari

DPRD Manokwari Siapkan Raperda Sasar Kebutuhan Perempuan dan Anak

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari akan mengusulkan dua rancangan peraturan daerah dalam program legislasi daerah tahun 2016.

Ketua Komisi A DPRD Manokwari, Ayu Humairah Bataray mengatakan, dua raperda tersebut adalah raperda Perlindungan Perempuan dan Anak juga raperda Kesehatan Reproduksi Perempuan.

“Usulan ini sudah dibahas di internal komisi. Semoga Maret kedepan sudah bisa disosialisasikan. Minimal, kami bisa menyerap masukan masyarakat melalui seminar,” kata Ayu Humairah kepada wartawan, Selasa (5/1/2016).

Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, juga tingginya angka putus sekolah yang dialami perempuan, merupakan alasan mendasar diusulnya dua raperda tersebut.

Ia menekankan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tidak boleh berhenti hanya pada penanganan hukum namun perlu tindaklanjut berupa pemberdayaan untuk meningatkan kualitas hidup.

“DPRD mendorong regulasi tersebut supaya kedepan pelayanan di dua bidang ini berjalan lebih baik lagi,” kata Ayu.

Usulan raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD sehingga mekanisme penyusunan, pembahasan hingga pengesahannya dilakukan sesuai jadwal yang disiapkan Badan Musyawarah (Banmus).

“Dua usulan ini sebagai awal dalam penyusunan prolegda tahun 2016. Penyusunan raperda ini harus mendahului penyusunan RAPBD tahun anggaran 2016. Ini mekanismenya,” ia menegaskan.

Sementara itu fraksi Golkar DPRD Kabupaten Manokwari juga akan mengusulkan sedikitnya empat raperda ke dalam prolegda 2016.

Raperda dimaksud tentang Pembentukan Dinas Kebersihan dan Pemakaman Umum dan Penyelenggara Kebersihan, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, Tata Ruang Kota Manokwari dan Lingkungan Hidup.

“Raperda pembentukan dinas kebersihan dan pemakanan umum dan penyelenggaraan kebersihan menjadi prioritas. Kita juga usulkan raperda tentang kota Injil namun masih akan dikaji lagi,” kata Sekretaris Fraksi Golkar Manokwari Yubelina Kumendong kemarin.

“Raperda yang diusulkan ini semoga bisa disosialisasikan setelah pengesahan RAPBD 2016. Sehingga, mendapat tanggapan dari masyarakat dalam rangka pembobotan materi raperda,” tambah Yubelina. |RASYID FATAHUDDIN