Ilustrasi. kompasiasan.com

Janjikan Bantuan ke Sekolah, Nama Kadis Pendidikan Papua Barat Dicatut

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Pencatutan nama pejabat di lingkup Provinsi Papua Barat kembali terjadi. Kali ini nama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Bernada Henan dipalsukan oleh salah satu oknum perempuan yang belum jelas diketahui identitasnya.

Kejadian tersebut bermula dari Kepala Sekolah SMP YPK 2 Sallom Sorong yang menerima telepon dari seseorang yang diketahui bernama Matiur Manulangga yang berasal dari Staf Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dimana dalam percakapannya, Matiur menjelaskan jika Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat tahun 2016 memiliki program pemberian bantuan, yang akan diberikan kepada SMP YPPK 2 Sallom Sorong.

Selanjutnya Kepala Sekolah SMP YPPK 2 Sallom diminta menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat di nomor telepon yang buntutnya 848, untuk mengkoordinasikan Sarana Pra Sarana yang akan di berikan kepada SMP YPPK 2 Sallom.

Merasa curiga, Kepala Sekolah SMP tersebut langsung menghubungi rekannya di Manokwari yang juga merupakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Manokwari, Yulliana Numberi.

Melihat nomor ponsel yang berbeda yang dimiliki oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Yulli Numberi kemudian mencoba menghubungi nomor yang diberikan oleh Matiur kepada kepala sekolah.

Setelah mengecek, pemilik nomor telepon tersebut merupakan seorang wanita yang mengaku sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat yakni Bernada Henan yang saat ini bermukim di Manokwari dengan menjanjikan pemberian bantuan kepada sejumlah sekolah di Provinsi Papua Barat.

Sedangkan pada saat di cek kembali terhadap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Bernada Henan, dirinya mengatakan, tidak pernah menyebar informasi seperti itu serta berkomunikasi dengan pihak-pihak yang mengatas namakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta sekolah SMP YPPK 2 Sallom Sorong, dimana saat ini dirinya tengah mengalami ganguan kesehatan.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Manokwari, Yulliana Numberi kepada wartawan, mengatakan, kejadian tersebut dengan sendirinya telah mencoreng nama baik salah satu pejabat tinggi daerah di Provinsi Papua Barat.

“Saya merasa ini suatu tindakan yang kurang bagus, dan harus segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak berwajib karena ini pencatutan nama pejabat untuk kepentingan tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini mulai marak seiring dengan pembahasan anggaran dalam melaksanakan program-program. Untuk itu dirinya mengimbau agar setiap masyarakat dapat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang yang belum dikenalnya. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM