Pengunjung melihat batu akik dalam pameran batu akik di Manokwari belum lama ini. Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat memastikan Gedung Balai Latihan Koperasi (Balatkop) dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut) Papua Barat akan diresmikan pertengahan tahun. Gedung tersebut nantinya akan dijadikan pusat pelatihan untuk menunjang persaingan koperasi di Papua Barat dalam era pasar bebas MEA.

Balai Latihan Koperasi Diresmikan Pertengahan Tahun Diresmikan Pertengahan Tahun

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Gedung Balai Latihan Koperasi (Balatkop) dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) Provinsi Papua Barat rencananya diresmikan pada pertengahan tahun 2016.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat Stepanus Selang menyatakan, pembangunan dua fasilitas pelatihan itu, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kelembagaan dan tata kelola koperasi dan UMKM di Papua Barat agar dapat bersaing dengan produk negara-negara Asean dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). “Kita harapkan pertengahan tahun 2016 ini sudah bisa diresmikan, agar bisa beroperasim,” ujar Stepanus di ruang kerjanya baru-baru ini.

Untuk mendukung program pendampingan dan pelatihan-pelatihan bagi pelaku koperasi dan UMKM, tahun 2016 ini, dinas yang dipimpinya itu juga akan mendapatkan kucuran alokasi anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“DAK itu diberikan untuk mendukung program pendidikan, program non fisik berupa pelatihan kewirausahaan, bimbingan dan pendampingan kepada pelaku usaha” terangnya.

Saat ini secara keseluruhan, koperasi di Papua Barat telah mencapai 1.245, namun yang masih aktif hanya mencapai 60 persen. “Yang tidak aktif itu sekitar 30 persen dari total koperasi yang terdaftar di Papua Barat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, mulai tahun 2016 ini, pihaknya hanya akan mencantumkan nama koperasi yang aktif di dalam daftar laporan yang akan disampaikan secara berkala ke kementerian koperasi dan UMKM di Jakarta. “Karena yang sudah tidak aktif itu sudah tidak masuk data base milik kementerian koperasi dan UMKM,” imbuhnya.

Ia berharap koperasi sebagai badan usaha dapat menggali potensi-potensi yang ada di Papua Barat. “kita lihat, sangat terbatas, masih sedikit koperasi yang melakukan usaha-usaha produksi.” Sedangkan menurutnya, koperasi harusnya dapat berperan sebagai pintu masuk pengembangan usaha yang ada di pedesaan maupun perkampungan.

Ia berharap dengan adanya fasiltas Plut dan Balatkop sebagai pusat pelatihan dan pengembangan bagi pelaku koperasi dan UMKM, nantinya dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk yang dihasilkan, sehingga dapat bersaing di pasar MEA. | RIZALDY