3 putra asli Bintuni sedang mengikuti ujian sertifikasi nasional teknisi AC. Untuk pertama kali di Papua, 3 putra asli Bintuni ini lolos mengantongi sertifikat sebagai teknisi AC sesuai standar Indonesia.

Pertama di Papua, Tiga Putra Asli Bintuni Lulus Sertifikasi Nasional Teknisi AC

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Tiga orang teknisi asal PT Subitu Karya Teknik (PT SKT) yang berlokasi di Teluk Bintuni dinyatakan lulus program sertifikasi profesi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), untuk bidang pemeliharaan dan diagnostic (Teknisi Instalasi AC).

Ketiga orang tersebut adalah putra-putra asli Kabupaten Teluk Bintuni yang tergabung dalam team teknisi PT SKT. Mereka adalah Saiful Tonoy, Tadeus Arfa dan Ridwan Inay.

Dalam rilis yang dikirim PT. SKT kepada Cahaya Papua, kemarin, dijelaskan bahwa pelaksanaan test dan proses sertifikasi dilakukan di Jakarta dan diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Logam dan Mesin Indonesia.

Rangkaian tes meliputi wawancara, tes tertulis dan praktik. Modul yang dites meliputi enam bidang keahlian yakni; pertama, prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja (Apply principles of OH&S in work environment), kedua, menerapkan prosedur-prosedurmutu (Apply quality procedures), ketiga, membaca gambar teknik (Interpret technical drawing), keempat, menggunakan Perkakas Tangan(Use hand tools) , kelima, menguji, mengosongkan dan mengisi sistem pendingin(Test, Evacuate and charge refrigeration system) dan keenam, memasang mesin pendingin dan air condition danperlengkapannya (Install refrigeration and air conditioning plant and equipment).

Dari hasil tes ini, kualifikasi dan kompetensi ketiga teknisi PT SKT tersebut telah dinyatakan memenuhi Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia(SKKNI). PT SKT merupakan perusahaan perawatan AC pertama di Papua yang berhasil meluluskan 3 orang teknisi dalam sertifikasi BNSP secara sekaligus.

PT SKT adalah perusahaan yang dibentuk dan diresmikan operasinya pada Agustus 2015 oleh Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibui dan Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibui. PT SKT bergerak di bidang penjualan, perawatan dan perbaikan mesin AC dan juga mesin pendingin lainnya.

Pendirian PT SKT merupakan bagian dari Program BP Tangguh di bidang Pengembangan Kewirausahaan untuk Masyarakat SukuAsli(Tangguh Indigenous Enterprises Development Program/TIEDP). Program ini merupakan hasil kerjasama antara BP Tangguh LNG dan Pemda Kabupaten Teluk Bintuni dengan dukungan dari SKK Migas.

Dengan lulusnya tiga orang teknisi dalam program sertifikasi BNSP ini, PT SKT telah memenuhi kewajiban hukum sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No 2/2007 yang mewajibkan setiap perusahaan yang menangani refrigerant memiliki minimal satu orang teknisi yang bersertifikat BNSP.

Sebanyak 10 orang putra dan putri suku asli di Teluk Bintuni telah direkrut untuk bergabung dengan PT SKT. Kesepuluh orang tersebut telah mendapatkan pelatihan secara intensif di fasilitas pelatihan terbaik yang dimiliki oleh PT Panasonic Gobel Manufacturing Company. BP dan Pemda Kabupaten Teluk Bintuni sebagai penyelenggara Program TIEDP ini bekerjasama dengan PUPUK danYayasan Matsushita Gobel (YMG). |BUSTAM

 

Tinggalkan Balasan