Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP Hengky K Abadi

Polisi Olah TKP Ulang Kasus Kematian Viktor Ariks

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Polisi melakukan olah ulang Tempat Kejadian Perkara kasus terbunuhnya Viktor Ariks, 31 tahun, di jalan raya pantai pasir putih distrik Manokwari Timur, Jumat pagi kemarin. Viktor ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan di lokasi tersebut Kamis malam (7/1), tepatnya sekitar pukul 20.30 WIT.

Kasat Reskrim Polres Manokwari Ajun Komisaris Polisi Hengky Kristanto Abadi mengatakan, olah TKP dilakukan ulang karena malam saat korban ditemukan sedang hujan deras, akibatnya darah korban yang menjadi petunjuk hilang terbawa air.

“Tadi pagi (kemarin) kami datang ke TKP. Kami ulang lagi olah TKP, karena malam ketika datang ke TKP hujan deras, jadi darah yang menjadi salah satu petunjuk di TKP terbilas, sehingga kami lakukan lagi,” kata Hengky kepada wartawan kemarin.

Berdasar hasil olah TKP polisi menduga Ariks malam itu melintas di jalan raya tersebut, namun secara tiba-tiba dihentikan secara paksa oleh pelaku. Setelah itu Ariks ditemukan tewas. “Kita dapatkan gigi motor korban tidak dalam posisi netral, dan motor pada posisi masih sedikit di tengah jalan,” terang Hengky.

Untuk mengejar pelaku yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya, polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti dari TKP. “Ada barang bukti yang bukan merupakan milik korban. Ini yang menjadi perhatian penyidik (untuk mengungkap identitas pelaku),” ujarnya.

Viktor Ariks, warga Arowi I, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di jalan raya depan tempat rekreasi pantai Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Manokwari, Kamis (7/1/2016) sekitar pukul 20.30 WIT.

Penemuan korban berasal dari laporan warga yang melintas di jalan tersebut. Mereka melapor ke petugas piket Polres Manokwari. Kapolres Manokwari AKBP Johnny E. Isir yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menuju TKP malam itu juga.

Sesampainya di TKP korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa dengan luka tusuk di beberapa bagian tubuh. “Kita menemukan yang bersangkutan benar-benar mati. Tanda-tanda kekerasan pembunuhan nampak jelas, ada bekasan tusukan dan bacokan. Kemungkinan korban meninggal karena kehabisan darah,” kata Hengky.

Viktor malam itu juga dibawa ke kamar mayat RUSD Manokwari untuk divisum. Hasil visum menyebutkan korban mengalami luka tusukan di bagian perut dan dada, sementara luka bacokan ditemukan dibagian kaki, siku, dan wajah.

“Kita duga alat yang digunakan senjata tajam dan jenisnya lebih dari satu,” terang Kasat. “Kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan korban.” | ARIF TRIYANTO

Tinggalkan Balasan