INDUSTRI PERIKANAN TANGKAP COCOK DI TIGA KABUPATEN INI

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Pakar Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut, Universitas Papua (Unipa), Prof. Roni Bawule menilai pengembangan industri perikanan tangkap di kawasan Papua Barat lebih cocok dikembangkan di Kabupaten Sorong, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan.

“Tiga wilayah ini memiliki potensi tinggi dalam hal perikanan tangkap. Terutama wilayah Arafura, merupakan penyumbang potensial perikanan nasional,” kata Bawule, Rabu (13/1/2016) di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, dari aspek kewilayahan Papua Barat, wilayah Sorong, seperti Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan, bisa menjadi wilayah sentral pengembangan industri perikanan nasional. Sedangkan kabupaten lainnya yang berada di wilayah pesisir Papua Barat, seperti Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Raja Ampat, Teluk Wondama dan beberapa kabupaten lain tetap didorong sebagai wilayah suplai ikan tangkap.

Keberadaan ketiga wilayah yang dianggap cocok untuk dijadikan sentral industri perikanan nasional di Papua Barat itu, dinilai sejalan dengan program tol laut yang digulirkan Presiden Joko Widodo.

Dimana, wilayah Sorong telah ditetapkan sebagai pintu gerbang tol laut, sangat mendukung pencapaian target program tol laut yakni terjadinya arus lalu lintas barang masuk dan keluar, sehingga memacu produktifitas industri di kawasan Papua Barat.

“Misalnya ada rencana untuk mengembangkan industri, terutama perikanan bisa diarahkan di wilayah-wilayah yang dekat dengan Kota Sorong, Kabupaten Sorong, atau Sorong Selatan,” katanya.

Bawule menyebutkan, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 dan hasil analisisnya pada 2014, perikanan tangkap merupakan penyumbang terbesar produk domestik regional bruto (PDRB) Papua Barat. Dalam konteks pertanian kompleks di wilayah ini, produksi perikanan tangkap mengalahkan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Papua Barat, lanjut Bawule, memiliki tiga wilayah pengelolaan perikanan yakni, wilayah perairan pasifik utara, wilayah Teluk Bintuni, Raja Ampat, Sorong hingga Maluku, serta wilayah perairan Arafura.

Tiga wilayah ini memiliki potensi tinggi dalam hal perikanan tangkap. Terutama wilayah Arafura, merupakan penyumbang potensial perikanan nasional.

“Sayangnya kita belum terlalu menggali secara maksimal potensi ini. Sehingga retribusi yang bisa diambil dari perikanan laut lepas ini masih mengalir keluar,” kata Bawule menjelaskan. |RIZALDY|EDITOR : BUSTAM