Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada hari pertama di MTs Negeri Prafi Manokwari, Senin (4/5/2015). Dinas Pendidikan Manokwari menyatakan siap menggelar ujian nasional berbasis online atau daring pada April 2016 mendatang. Foto: Kemenag Papua Barat

MANOKWARI SIAP JALANKAN UN ONLINE

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manokwari terus mematangkan proses pelaksanakan Ujian Nasional berbasis Online yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang. Bahkan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan telah mengajukan Rencana Pembelanjaan Fasilitas Komputer ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Manokwari. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Barnabas Dowansiba kepada wartawan, Rabu (13/1/2016) mengatakan, secara umum persiapan menuju Ujian Nasional Online bisa dikatakan siap dilaksanakan. “Tinggal persetujuan dari Bappeda saja, kalau sudah di input, maka barangnya siap dikirim ke Manokwari,” ucapnya. Ia menuturkan, untuk melaksanakan ujian tersebut, Kabupaten Manokwari membutuhkan setidaknya 600 perangkat komputer yang nanti akan ditempatkan di sekolah-sekolah memiliki daya tampung memadai. “Nantinya itu semua akan ditempatkan di SMA Negeri 1, SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2, karena sekolah-sekolah itu yang cukup menampungnya,” jelasnya. Menurutnya, ujian Online cukup efisien baik dari segi waktu dan tenaga. Beberapa tenaga yang akan mendampingi para siswa melaksanakan UN Online telah dilatih jauh-jauh hari sebelumnya di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. “Jadi sistemnya itu, siswa mengerjaakan soal dengan batasan waktu dan jumlah soal yang telah disediakan, nantinya usai menjawab semua pertanyaan atau batasan waktu yang diberikan habis maka semua jawaban yang diisi akan dikirim langsung ke server pusat,”jelasnya. Nantinya hasil yang dikirim ke Pusatkan akan diperiksa dan dikirim kembali ke daerah untuk dilakukan pemeriksaan kembali dan menentukan hasil  kelulusan siswa/i. Pelaksanaan UN Online di Kabupaten Manokwari hanya akan diikuti oleh sekolah-sekolah yang tersebar di kawasan perkotaan, sedangkan sekolah yang berada di luar perkotaan akan mengikuti ujian tertulis atau offline. |ADITH SETYAWAN|EDITOR : BUSTAM