Sudah 148 Pekerja Asing di Pabrik Semen Maruni yang Dipulangkan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Kantor Imigrasi Kelas II Manokwari sejak 2015 hingga 12 Januari 2016 telah mendeportasi 148 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Pabrik Semen milik PT.SDIC Maruni.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Manokwari, Budiono mengatakan, dari 410 orang Warga Negara asal Tiongkok yang dipekerjakan oleh PT. SDIC Maruni, selama tahun 2015 telah memulangkan atau mendeportasikan sebanyak 142 orang ke negara asalnya.

142 orang itu dipulangkan secara bertahap oleh pihak PT. SDIC Maruni karena terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian dan ketenagakerjaan.

Ia juga menyatakan, hingga Januari 2016, pihaknya juga telah memulangkan 7 orang WNA asal Tiongkok sebagai lanjutan tahapan deportasi Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok.

Ia menyebutkan, tahap pemulangan WNA asal Tiongkok untuk bulan Januari dilakukan dua kali pemulangan, pertama tanggal 8 Januari sebanyak 1 orang dan pada 12 Januari sebanyak 6 orang.

Ia juga menyatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan orang asing di 5 kabupaten yang berada dalam wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Manokwari, yakni Kabupaten Manokwari, Teluk Wondama, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Teluk Wondama.

Ia menyebutkan, khusus Kabupaten Teluk Bintuni, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap 30 sampai 40 WNA yang bekerja di BP Tangguh, Genting Oil, dan beberapa perusahaan migas lainnya.

Sementara pengawasan keberadaan dan aktivitas WNA di wilayah kerjanya, Budiono menyatakan, telah menempatkan petugas pengawasan di lima kabupaten itu, termasuk di Bandar Udara Rendani Manokwari.

Ia juga mengatakan, pengawasan di penginapan dan perhotelan juga terus dilakukan scara berkala baik secara langsung maupun secara online melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing atau APOA yang dapat memudahkan manajemen hotel melaporkan keberadaan orang asing yang menginap di hotelnya.

Khusus hotel yang ada di Manokwari, ia mengatakan yang telah menggunakan sistem pelaporan orang asing menggunakan APOA hanya Swiss Belhotel Manokwari, sementara hotel lainnya melaporkan secara berkala setiap bulannya.

Ditahun ini, pihaknya akan menggelar sosialisasi penerapan sistem pelaporan orang asing menggunakan aplikasi APOA milik Dirjen Imigrasi Indonesia.

“Tahun ini, kita akan kumpulkan semua pemilik hotel dan staf tekhnisnya untuk mengikuti sosialisasi pelaporan orang asing menggunakan APOA,” tandas Budiono mengakhiri. |RIZALDY|EDITOR : BUSTAM