Pimpinan rapat pleno penetapan anggaran dan pembiayan PON 19 KONI Papua Barat Jumat pekan lalu. KONI Papua Barat memutuskan pembiayaan sebesar Rp. 149 miliar lebih untuk membiayai cabang olahraga asal Papua Barat pada PON 19 di Jawa Barat akhir tahun ini. Foto: CAHAYA PAPUA| ADLU RAHARUSUN

PON 19: KONI Papua Barat Anggarkan Rp. 149 Miliar, Pemain Peraih Medali akan Diganjar Ratusan Juta Rupiah

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – KONI Papua Barat menganggarkan Rp. 149 miliar lebih kepada 23 cabang olahraga yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 19 di Bandung Jawa Barat akhir tahun ini.

Jumlah anggaran tersebut terungkap dalam rapat pleno penetapan anggaran PON Jawa Barat di ruang rapat kantor Gubernur Arfai, Jumat pekan lalu, yang dihadiri Ketua Umum KONI Papua Barat Abraham Atururi.

Selain untuk 19 cabang olahraga, anggaran tersebut juga akan dipakai untuk membiayai satgas pelatih daerah (Pelatda) sebesar Rp. 10,9 miliar termasuk pembiayaan KONI Papua Barat Rp. 36 miliar.

Sekretaris Umum KONI Papua Barat Andreas Deda yang membacakan rincian plafon anggaran sebelum pembukaan pleno mengatakan, terdapat dua komponen penting yang perlu disepakati dalam pleno yakni pagu anggaran dan komponen pembiayaan yang penting untuk disepakati.

Ia kemudian merincikan hasil kesepakatan dalam pra pleno yang dihadiri seluruh pelatih cabang olahraga belum lama ini. Dalam pra pleno itu para pelatih menyepakati pembiayaan bagi pelatih kontrak bersertifikat sebesar Rp 10 juta per bulan, asisten pelatih sebesar Rp 7,5 juta dan official sebesar Rp. 5 juta serta perbulan.

Dalam pleno, ia juga merincikan honor prestasi bagi atlet peraih medali emas perorangan sebesar Rp 250 Juta, medali emas beregu sebesar Rp 500 juta. Untuk peraih medali perak perorangan Rp 150 juta dan beregu sebesar Rp 350 juta. Sementara peraih medali perunggu sebesar Rp 100 Juta perorangan dan beregu Rp 250 juta itu. Honor ini telah disepakati dalam pra pleno.

Abraham O. Ataruri yang juga merupakan gubernur Papua Barat dalam rapat itu menyetujui anggaran yang diajukan pengurus KONI. Bram —panggilan akrab Abraham Atururi— mengatakan anggaran tersebut bersumber dari dana hibah Pemerintah Provinsi Papua Barat, yang sesuai ketentuan UU dapat digunakan setelah melalui rapat pleno penetapan anggaran.

Meski begitu Bram menekankan agar penggunaan anggaran yang besar tersebut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. “Jangan lagi kita lakukan kesalahan yang sama seperti yang terdahulu dalam pelaksanaan anggaran,” ia menekankan.

Ia juga berharap atlet yang dipersiapkan berlaga dalam betul-betul diperhatikan. “Jangan nanti pada saat hari H baru ada atlet yang tidak jadi berangkat karena alasan alasan sakit dan sebagainya,” ia mengingatkan. “Atlet yang yang nanti akan diberangkatkan itu sudah harus siap untuk bertanding.”

Dalam rapat pleno penetapan anggaran biaya PON 19 yang juga dihadiri seluruh ketua Cabang Olahraga itu, juga dilakukan penandatangan kesepakatan penggunaan anggaran antara ketua cabor dengan Ketua Umum KONI.

Berikut rincian anggaran PON 19 KONI Papua Barat dalam miliar rupiah:
Atletik 6.599, Senam 3.758, Gulat 1.794, Panahan 2.239, Tinju 3.180, Dayung 11.670, Tenis Meja 2.154, Tenis Lapangan 2.974, Karate 3.717, Dansa 2.831, Senam 2.028, Angkat besi 2.591, Balap Motor 4.330, Pencak Silat 2.157, Kempo 1.153, Lomba Layar 1.275, Basket 8.789, Volly 4.677, Futsal 6.629, Sofball 10.269, Hokky 10.533, Bola sebesar Rp 5.941, Satgas Pelatda 10.908 dan KONI Rp.36.046. Untuk cabang Olahraga Taekwondo berbiaya Rp 870 juta dan Judo 869 juta. |ADLU RAHARUSUN