Penasehat hukum Rico Sia, Benry Napitupulu dan Yasin Jamaludin.

Rico Sia Harap Putusan Pengadilan Tipikor Tepat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jalan trans Papua Barat, Rico Sia berharap, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Papua Barat bisa memberi putusan yang tepat atas perkara yang menyeretnya.

Melalui Tim Kuasa Hukum Rico Sia, Yasin Jamaludin di Manokwari, Jumat (22/1) mengatakan, perkara dugaan korupsi senilai Rp.78 miliar ini, diproses sejak tahun 2014. Dalam perjalanan proses pidana itu, pihaknya mengajukan gugatan hukum perdata ke Pengadilan Negeri Manokwari.

Tahun lalu, kata dia, proses hukum perdata itu telah mendapat putusan tetap dan dimenangkan oleh klienya, selaku pemohon, sehingga, dia berpendapat, perkara pidana yang disangkakan kepada klienya itu, seharusnya tidak dilanjutkan, sebab, pada proses perdata, majelis hakim sudah mengeluarkan putusan dan sudah incrah.

Lebih lanjut dikatakan Rp 78 miliar itu merupakan hak klien mereka. Dana itu ia menjelaskan bagian dari Rp. 84 miliar atas dana kurang bayar pembelian bahan bakar pada proyek pembangunan jalan dari Ayawasi-Kebar.

Sementara anggota tim kuasa hukum lainya, Benri Napitupulu menyebutkan, pembayaran itu merupakan kewajiban pemerintah Provinsi Papua Barat dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, kepada klienya.

“Awalnya, sesuai hitungan kami, dana kurang bayar itu sebanyak Rp.94 miliar, namun setelah dilakukan penghitungan oleh Dinas PU, jumlah dana kurang bayar itu menjadi Rp.84 miliar dan baru Rp.78 miliar yang dibayarkan,”kata dia menjelaskan.

Menurutnya, terkait proses pembayaran yang tidak sesuai mekanisme, bukan menjadi urusan kliennya selaku pemilik PT Putra Papua Perkasa, melainkan kewenangan pemerintah provinsi. “Soal mekanisme pembayaran itu, klien kami tidak ikut campur, dia hanya rekanan yang memiliki piutang kepada Pemda,” kata Benri.

Meskipun demikian, lanjutnya, kliennya menghargai proses hukum yang ditempuh kejaksaan. Pihaknya berharap, perkara ini segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. “Kami telah menyiapkan sejumlah saksi, diantaranya adalah, saksi ahli,” kata Benri. |ADLU RAHARUSUN