Panen Kedelai

Hasil Panen Kedalai di Masni Lampaui Target

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Hasil panen kedelai para petani di Kampung Macuan Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, melampaui target. 30 hektare tanaman kedelai di kampung tersebut siap dipanen.

Komando Distrik Militer 1703 Manokwari, Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Manokwari dan kelompok tani, Rabu (27/1) membuka panen bersama di lahan kedelai tersebut. Hadir pula pada panen bersama itu, perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Manokwari.

Dandim 1703 Manokwari, Letkol Inf. Stevanus Satrio Aribowo, pada kegiatan itu berharap, ada peningkatan produksi kedelai melalui program percepatan optimasi perluasan areal tanaman-peningkatan indeks panen (PAT-PIP), terutama di Kampung Macuan.

Di memprdiksi, hasil panen kedelai di wilayah ini mencapai 1,9 ton per hektare. Dia menilai, hasil tersebut sangat maksimal, sebab target nasional hanya sebesar 1,2 ton perdaerah.

“Harapan kita kedepan produksi kedelai akan meningkat. Apalagi pemerintah telah memberikan dukungan yang luar biasa,”tuturnya.
Kepala Bidang Tanaman Holtikultura Oktavianus E dalam laporannya menyampaikan program PAT-PIP merupakan program nasional yang didanai dari APBN 2015. Diakui, ada keterlambatan penanaman, sehingga dilakukan panen pada Januari 2016. Alasannya, dananya ditransfer pada Oktober 2015.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari Kukuh Saptayudo mengingatkan jajarannya untuk buka mata dan buka telinga. Khususnya menyangkut aturan yang berlaku. Sehingga kedepan tidak ada lagi kelompok tani yang tidak bisa menerima dana. “Aparat pemerintah harus peka, apalagi aturan cepat berubah. Sehingga petani tidak
dirugikan,”tuturnya.

Dikatakan, era pemerintahan Jokowi sangat menghargai kinerja. Namun disisi lain, jika melakukan kesalahan maka akan mendapat sanksi serius. Khusus dibidang pertanian, jika berprestasi  maka anggaran akan meningkat. Sebaliknya, jika tidak maka anggaran akan diturunkan, sehingga petani yang merugi.

Kukuh juga berharap, jajarannya jangan hanya jelas dalam pertanggungjawaban keuangan. Tetapi pertanggungjawaban dilapangan harus jelas. Ia juga berharap petani memanfaatkan bantuan pemerintah
sebaik-baiknya.|MUHAMMAD RIZALDY | EDITOR : TOYIBAN