KPU Papua Barat

KPU Tunda Pleno Penetapan Calon Terpilih Pilkada Fakfak

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– KPU Provinsi Papua Barat menunda pelaksanaan rapat pleno penetapan calon terpilih hasil pilkada Kabupaten Fakfak. Rapat tersebut sedianya digelar Rabu (27/1/2016), hari ini.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana menyatakan, penundaan penetapan calon terpilih tidak akan berpengaruh pada hasil pleno rekapitulasi perolehan suara pada 23 Januari lalu.

“Tepat pukul 16.00 Wit setelah melakukan pengecekan ke Mahkamah Konstitusi, ada satu perkara pilkada Fakfak yang terregistrasi. Dasar ini, maka rapat pleno pentapan calon terpilih mengalami penundaan,” kata Amus.

KPU Provinsi Papua Barat mengambil alih pelaksanaan pilkada di daerah tersebut setelah muncul permasalahan dalam pelaksanaan tahapan.

Berdasarkan Peraturan KPU nomor 11 tahun 2015 dan Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 pasal 157, pasca penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara. Maka, diberikan waktu 3 x 24 jam bagi pihak-pihak yang ingin memperkarakan hasil pilkada.

“Gugatan ini diajukan oleh masyarakat sipil atas nama Inya Bai dan Said Hindom. Perkaranya sudah terregistrasi dengan nomor AP3 : 148/Pan.MK/2016 tanggal 25 Januari,” kata Amus menerangkan.

Inya Bai dan Said Hindom merupakan bakal calon pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten Fakfak. Mereka gugur saat pendaftaran karena tidak memenuhi persyaratan pencalonan.

Menurut Amus, meski sudah diregistrasi oleh panitera persidangan, KPU belum mengetahui pokok perkara yang diajukan oleh para pemohon tersebut.

“Kami informasikan kepada peserta pemilu, masyarakat, dan parpol pengusung bahwa, penetapan calon terpilih ditunda. Kami tegaskan, penundaan ini tidak akan mengganggu hasil pleno yang ditetapkan tanggal 23 lalu,” pungkas Amus. |RASYID FATAHUDDIN|EDITOR : BUSTAM