Petani membajak sawah di kampung Muari, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Kodim 1703 Manokwari bersama pemerintah daerah akan membuka lahan sawah padi baru di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama seluas 1.100 hektare pada tahun ini.

Kodim Manokwari Buka 1.100 Hektare Sawah Baru Tahun Ini

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) bersama pemerintah daerah akan membuka lahan sawah padi baru di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama seluas 1.100 hektare. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi program cetak sawah yang dilaksanakan Kodim 1703 Manokwari, Jumat (29/1/2016).

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1703 Manokwari, Letkol Inf, Stevanus Satrio Aribowo pada pertemuan itu mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi calon sawah baru di wilayah Manokwari.

Cetak sawah baru di daerah ini, kata dia, akan dilakukan di kawasan transmigrasi yang meliputi, Distrik Prafi, Masni dan Sidey. Dia berharap, pemerintah daerah segera menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran KPA yang akan mengelola anggaran dalam program ini, agar program ini bisa dilaksanakan secepatnya.

“Pada program ini, Kodim sebagai Koordinaor di wilayah kabupaten, kami siap. Kami pun berharap pada bulan Februari, kita sudah mulai action. Sehingga sebisa mungkin pada bulan Juli sudah berakhir,”kata dia.

Pada program ini, pihaknya akan melibatkan anggota Komando Rayon Militer (Koramil) dan Anggota Babinsa diwilayah masing-masing. Ia ingin, sawah baru itu, sudah bisa dilakukan penanaman pada musim tanam kedua pada 2016.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Manokwari, Kukuh Saptoyudha pada petemuan itu mengatakan, pembukaan sawah baru di Manokwari sudah diusulkan sejak 2010. Tahun ini, usulan tersebut baru terjawab.

Dia menyebutkan, Manokwari telah mengusulkan lahan baru seluas 650 hektare. Survei pun telah dilakukan terhadap seluruh lahan tersebut. “Dari survei itu, 632,2 hektare diantaranya dinyatakan layak. Di Manokwari rata-rata bervegetasi ringan, kecuali SP 10 yang masih hutan primer,”kata dia.

Pada kesempatan itu, ia minta para penyuluh pertanian, mengingatkan pemilik tanah terkait program ini. Ia tak ingin, ada masalah yang timbul dalam pembukaan sawah ini.

Pada rapat yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Teluk Wondama dan Teluk Bintuni itu, Kukuh menilai, pelaksanaan program cetak sawah di Manokwari cukup bagus, sebab, ada kesadaran dari pemilik yang meminta agar cetak sawah itu dilakukan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Papua Barat, Rustam Agus Setianto, melalui salah satu Kepala Bidangnya, Hamzah Mokoginta pada pertemuan itu mengatakan, total sawah baru yang akan dibuka di Papua Barat tahun ini, seluas 2.700 hektare. Cetak lahan baru itu akan dilakukan di sebelas kabupaten Papua Barat.

“Kabupaten Manokwari ada 650 hektare, Manokwari Selatan 300 hektare, Teluk Wondama 50 hektare, dan Teluk Bintuni 100 hektare, Sorong 600 hektare, Fakfak 500 hektare, Kaimana 100 hektare, Tambrauw 50 hektare, Raja Ampat 200 hektare, Maybrat 50 hektare, Sorong Selatan 100,”kata dia.

Dia menyebutkan, luasan lahan sawah baru yang akan dicetak di sebelas kabupaten ini, sudah masuk dalam Daftar Isian Penggunaan dan Anggaran (DIPA) Kementerian Pertanian.

Diluar dari DIPA ini, kata dia, Manokwari Selatan telah mengajukan usulan penambahan lahan, seluas 700 hektare, Teluk Bintuni 200 hektar dan Teluk Wondama 100 hektare. Usulan tersebut sudah diajukan dan sedang dalam proses.

Dia menyebutkan, anggaran untuk program cetak sawah ini sudah disiapkan Kementerian Pertanian. Saat ini, menunggu penujukan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta Administrasi yang dibutuhkan dalam pencairan dana tersebut. Menurutnya, pencairan anggaran ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, akan dilakukan 40 persen.| MUHAMMAD RIZALDY | TOYIBAN