Kasat Narkoba Polres Manokwari Nirwan Fakaubun menunjukkan barang bukti alat timbang sabu dan seberat 1,2 gram.

POLISI RINGKUS 6 PEMILIK GANJA DAN SABU DALAM DUA HARI

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Narkoba bukan hanya masalah di kota-kota besar. Barang haram ini juga sudah banyak ditemukan di Manokwari. Dalam dua hari, Jumat dan Sabtu pekan lalu, kepolisian Manokwari bahkan berhasil mengamankan narkoba jenis ganja dan sabu mencapai 1 kilo gram lebih dari tangan bandar dan pengedar pada tempat berbeda.

Penangkapan paling terbaru terjadi pada Sabtu (30/1). Kepolisian Sektor (Polsek) KP3 Laut berhasil mengagalkan penyeludupan ganja kering seberat 1 kilo gram dari kapal Labobar asal Jayapura di pelabuhan Manokwari sekitar pukul 03.00 WIT. Ganja itu diduga milik penumpang kapal yang mengaku mahasiswa. Mereka adalah MW, RM dan MDA yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pemeriksaan di kantor polisi, dari kantong MW polisi mendapat 15 bungkus ganja dalam plastik. 14 bungkus didapat dari kantong plastik miliknya, sementara 1 bungkus dari jacket yang ia pakai. Dari yang bersangkutan polisi juga mengamankan uang Rp. 725 ribu.

Sedangkan RM menyembunyikan 2 bungkus ganja dicelana dalamnya. RM sempat mengelak ketika diperiksa. Untuk MDA polisi tidak menemukan ganja. Meski begitu hasil urine MDA terbukti mengandung ganja.

Kapolsek KP3 Laut Manokwari IPTU Subianto mengatakan, selain terdapat 17 bungkus ganja, polisi juga menemukan 1 bungkus besar ganja yang beratnya tidak disebutkan. Polisi menyatakan total berat seluruh barang haram tersebut mencapai 1 kilo gram lebih.

“Ketiga tersangka tidak mengaku sebagai pemilik ganja dalam bungkusan besar itu,” tambah Kapolsek yang baru menjabat selama 2 minggu di Polsek KP3 Laut. Selain menyita ganja dan uang tunai, polisi juga menyita telepon genggam.

Subianto mengatakan, ketika hendak digeledah, tiga orang tersebut sempat beradu mulut dengan polisi bahwa mereka adalah mahasiswa. Namun polisi tetap melakukan penggeledahan dan akhirnya menemukan barang bukti milik mereka.

“Satu diantara ketiga tersangka diduga pemain lama pengedar narkoba di Manokwari,” tambah dia.

Menurut Subianto, dalam bungkusan yang ditemukan, beberapa sudah terbuka. Polisi menduga mereka telah memakai sebagian dari ganja tersebut.

Penangkapan ketiga mahasiswa ini berawal dari laporan masyarakat.

Selain KP3 Laut, Satuan Reserse Narkoba Polres Manokwari, Jumat (29/1), sekitar pukul 16.00 sore juga meringkus 3 pemakai sekaligus pengedar sabu di dua tempat berbeda. Polisi menyamar sebagai pembeli ketika meringkus mereka.

Irianto Mujiono, adalah pengedar sekaligus pemakai yang pertama diringkus di belakang hotel Fajar Roon Jalan Trikora Wosi. Saat ditangkap ia membela diri. Namun setelah polisi menghadirkan pembeli yang ikut dalam transaksi tersebut termasuk barang barang bukti ia tidak bisa mengelak. Dari tangan Mujiono polisi mengamankan 0,05 gram sabu yang nilainya mencapai Rp. 1 juta.

Kasat Narkoba Polres Manokwari Nirwan Fakaubun mengatakan, setelah menangkap Mujiono pihaknya langsung melakukan pengembangan untuk mengetahui asal barang haram tersebut.

Dari keterangan Mujiono, polisi menangkap orang kedua Nasrullah, juga di belakang hotel fajar roon. Dari tangan Nasrullah polisi menyita 0,5 gram sabu.

Narsullah kemudian memberikan informasi asal sabu yang ia peroleh. Polisi langsung bergegas dan menangkap Mustamin di Lampu Merah Haji Bauw Wosi. Mustamin diduga merupakan tangan kanan sabu di Manokwari yang menjadi buronan polisi berinisial HI.

Nirwan mengatakan, Mustamin ditangkap setelah polisi mendesak Nasrullah bertransaksi dengan dirinya. Mustamin sempat mau melarikan diri, namun ia berhasil diringkus.

Setelah menangkap ketiga orang tersebut yang telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi langsung mengembangkan penyelidikan untuk menangkap HI.

“Kami sempat menggeledah HI. Saat itu kita sudah kepung rumahnya. Namun pas penggerebekan tersangka kabur,” terang Nirwan yang mengatakan di rumah HI polisi mendapat barang bukti berupa timbangan dan beberapa kertas paketan yang berisi sabu dan alat hisap.

“Selain alat bukti itu. Saat kita menggeledah terdapat dua orang di dalam rumah HI yakni istrinya serta satu temannya. Keduanya kita tes dan urin mereka positif mengandung sabu,” tambahnya.

Nirwan mengatakan tersangka utama HI merupakan bandar besar yang selama ini dicari polisi. “Orang kalau sudah memiliki alat timbang sabu jelas dia merupakan bandar besar. Dia masuk dalam Daftar Pencarian Orang,” kata Nirwan.

Total barang bukti sabu yang disita dalam satu hari penangkapan oleh Satres Narkoba Polres Manokwari sebanyak 1,2 gram. |ADLU RAHARUSUN