Jonathan Rumainum

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Pekerjaan dan karir membuat Jonathan Rumainum, Vice President PT Free Port Indonesia ini, harus rela meninggalkan kota kelahirannya, Manokwari sejak 1982 silam. Lebih dari 30 tahun. Waktu yang cukup lama.

Ditemui di Manokwari, akhir pekan lalu, ia mengaku begitu banyak perubahan yang terjadi. Perkembangan kota, pembangunan hingga pertambahan penduduk. Diakuinya sangat nampak sekali.

“Inisiatif masyarakat di kelurahan Sanggeng menggelar acara lepas sambut. Saya lahir dan besar disini (Sanggeng). Merantau ke beberapa provinsi. Hingga 1993 kembali ke Papua dan bekerja di Freeport,” ujarnya.

Momentum ini, tentu dimanfaatkan oleh Nathan demikian ia disapa. Bertemu kawan-kawa lama serta handaitolan di Manokwari menjadi satu kebahagiaan tersendiri. Dia tidak sendiri, sang Istri, Elyana menemaninya.

Prosesi adat mengisi penjemputannya di lokasi acara yang bersebelahan dengan Stadion Sanggeng. Ini stadion kebanggaan orang Manokwari untuk melihat laga sepak bola.

“Ini suatu kesempatan buat saya untuk bisa kembali bertemu dengan teman masa kecil saya, keluarga, dan bisa melihat perkembangan di Manokwari khususnya di Sanggeng,” ucapnya.

Diakuinya, sangat jarang bisa ke Manokwari. Ia lebih banyak berada di Jayapura, Papua. Ini karena tuntutan pekerjaan. “Saya mengunakan akhir pekan seperti ini untuk jalan-jalan ke Manokwari,” ujarnya lagi.

Kehadiran Nathan setelah sekian tahun tentu memiliki sejumlah harapan. Bisa jadi keinginan membhaktikan diri di tanah kelahirannya, Manokwari.

Menyoal suksesi Papua Barat 2017, Nathan mengamininya dengan berkata, ”Saya kira biar itu ranahnya masyarakat untuk menentukan. Kalau memang ada yang diberikan kepercayaan misalkan saya. Kalau itu amanah harus dijalani dengan baik,” ucapnya meyakinkan.

Segudang pengalaman yang diperoleh tentu akan menjadi modal. Dan, bisa digunakan untuk membangun daerah ini. “Kunjungan ini memang untuk silaturahmi dengan keluarga besar Sanggeng,” singkat dia.

Nathan memalingkan topik politik. Ia mengatakan, sejak Manokwari menjadi ibu kota provinsi, pesatnya perkembangan daerah patut dibanggakan. “Kekurangan dan hal itu wajar. Dan apa yang dilakukan ini bisa dapat dibandingkan dengan 35 tahun yang lalu,” sebut dia.

Dikatakan, Papua Barat punya potensi SDA yang sangat luar biasa. Perlu diberdayakan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, tingkat pengganguran tinggi.

Pemerintah perlu membuat gebrakan untuk menarik miat investor berinvestasi di daerah. Sehingga ada lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

Nathan menambahkan, keberhasilan pembangunan di daerah ini harus dijaga. Itu bisa dilakukan hanya dengan membangun kebersamaan. Kebersamaan itu harus dipupuk dan ditingkatkan.

“Kita harus hidup bermasyarakat, punya tujuan yang sama, membangun bersama tentu daerah akan maju. Dan yang penting menghargai serta menghormati hak masyarakat asli Papua dalam konteks Otsus,” tandasnya. |RASYID FATAHUDDIN|EDITOR : BUSTAM