Jurnalis

Wartawan di Papua Barat Belum Terima Upah Layak

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Papua Barat, Ferdinand Teniwut mengemukakan, upah bagi wartawan di daerah ini belum layak.

Kata Ferdinand, upaya itu belum sebanding dengan beban kerja dan biaya hidup. Ia mengatakan, sebagian besar perusahaan media di daerah ini masih menerapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dalam sistim penggajian.

“Di Papua Barat, UMP (Upah Minimum Provinsi) masih rendah. Ini perlu ditingkatkan, harga berbagai kebutuhan hidup sangat tinggi. Bahkan, lebih tinggi dibanding wilayah DKI Jakarta,” kata Ferdinand, Kamis (4/2/2016).

Disisi lain, resiko kekerasan terhadap wartawan di Papua Barat sudah berkurang. Menurutnya, publik baik masyarakat maupun pemerintah, sudah semakin sadar atas peran dan fungsi pers dalam pembangun.

Diakui Ferdinand, yang harus menjadi perhatian saat ini, adalah kapasitas wartawan. Yang perlu ditingkatkan mengingat tidak semua wartawan di daerah ini berlatar belakang khusus pendidikan jurnalistik.

Ferdinand menyoroti, para pemilik media tidak sekedar mengejar profit. Sementara, melupakan kapasitas wartawan yang bernaung di perusahaannya.

“Pemilik media harus menyediakan dana bagi peningkatan kualitas wartawan. Sebuah kantor media harus memiliki divisi khusus yang aktif memperhatikan kapasitas anggota redaksi. Kerjasama dengan organisasi profesi wartawan perlu dilakukan, untuk membuka jejaring dan peluang pelatihan,” ujarnya.

Melalui moment Hari Pers Nasional (HPN) 2016, Ferdinand berharap, kerjasama antar insan pers, pemilik media, dan organisasi profesi wartawan perlu dibina.

Ferdinand menambahkan, wartawan juga harus memahami permasalahan pokok masyarakat di daera ini terutama mengenai kondisi sosial dan politik.

“Tetap memperhatikan kode etik jurnalis. Ini penting, selain mengurangi resiko kerja di lapangan, juga untuk menjaga citra profesi serta menjalankan peran edukasi kepada masyarakat,” pesannya menambahkan. |RASYID FATAHUDDIN|EDITOR : BUSTAM