ilustrasi (2)

Penyandang Disabilitas di Wondama Terancam Kehilangan Masa Depan

WASIOR, CAHAYAPAPUA.com-Harapan para penyandang disabilitas usia sekolah yang tinggal di kota Wasior dan sekitarnya untuk bisa menikmati pendidikan yang layak terancam buyar. Masa depan mereka pun kini berada dalam ketidakpastian.

Ini terjadi menyusul ditutupnya Sekolah Luar Biasa (SLB) Yarisa Wasior, satu-satunya lembaga pendidikan formal yang menampung para penyandang cacat di Kabupaten Teluk Wondama.

Setelah sempat beroperasi satu tahun lebih, SLB Yarisa Wasior yang dikelola oleh Yayasan Kuri Wamesa Papua ini kemudian menghentikan semua operasional sekolah semenjak terbitnya Surat Keputusan Bupati Teluk Wondama nomor 40 tahun 2014.

SK Bupati tentang Pendirian SD, SMP, SMA, TKK, Perubahan Nama Sekolah dan SLB di Kabupaten Teluk Wondama ini mengharuskan SLB Yarisa Wasior berubah status dari semula milik yayasan menjadi SLB Negeri. Perubahan status inilah yang tidak disetujui oleh pihak yayasan sehingga memilih menutup sekolah yang belum lama berdiri itu.

“Kami tidak setuju karena kami ini punya dasar hukum, punya akta notaris. Kalau Pemda mau bangun SLB Negeri silahkan, tapi dia tidak berhak rubah sekolah yayasan menjadi SLB negeri. Dan ini tanpa koordinasi dengan kita di yayasan, “ ungkap Amos Wihawari selaku Ketua Yasayan Kuri Wamesa Papua, Selasa (9/2) di Wasior.

Amos mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengambil keuntungan dari perubahan status SLB Yarisa Wasior. Mereka itu lah yang menjadi otak dibalik terbitnya SK Bupati nomor 40 tahun 2014.

“Saya sempat mau gugat ke PTUN SK Bupati itu. Tapi tidak jadi karena saya masih menghargai Bupati (Alberth Torey). Harusnya Pemda terima kasih kepada kita bahwa sesuatu yang Pemda belum buat, kita yayasan sudah buat, “ ujar Amos.

“Tidak harus rubah status, tapi wajib membantu dana, fasilitas dan tenaga. Karena kabupaten ini sudah 13 tahun tapi tidak pernah terpikirkan untuk membangun sebuah sekolah untuk anak-anak cacat, jadi seharusnya dinas pendidikan berterima kasih, “ lanjut pria yang pernah menjadi Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah pada Dinas Pendidikan Teluk Wondama ini.

SLB Yarisa Wasior telah memiliki ijin operasi dari Dinas Pendidikan. Sekolah khusus untuk anak berkebutuhan khusus ini mulai beroperasi pada 2012.

Kendati masih banyak kekurangan, menurut Amos, selama setahun lebih beroperasi, SLB Yarisa Wasior telah mendidik 15 dari total 36 penyandang disabilitas usia sekolah yang tinggal di Wasior dan sekitarnya.

“Waktu itu, Bapak Sekda (Jusack Karubuy) yang membuka mewakili Bupati, “ terang Amos berharap Bupati Terpilih bisa menaruh perhatian terhadap nasib SLB. |ZACK TONU BALA