ilustrasi....

Warga Ancam Demo Tolak Pembagian DPA Pj Bupati Sorsel

SORONG, CAHAYAPAPUA.com– Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Peduli Pembangunan (SMPP) di Kabupaten Sorong Selatan, hari ini, Rabu (10/2) akan melakukan aksi damai sebagai bentuk protes dan penolakan terhadap pembagian Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) yang di lakukan oleh Plt. Bupati Sorong Selatan, Derek Apner, karena dinilai telah melakukan kesalahan penyalahgunaan wewenang, dimana penyetujuan Pembagian DPA hanya boleh dilakukan oleh bupati definitif.

Kordinator aksi, Yonatan Salambau mengatakan Plt. Bupati Sorsel seharusnya tau apa fungsi dan kewenangannya sebagai karateker sehingga tidak melakukan persetujuan pembagian DPA kepada Intsansi. Jika hal itu terjadi maka akan mengakibatkan bupati terpilih menanggung dosa lama. “Apa bila ada perombakan kabinet di SKPD nantinya, siapa yang bertanggung jawab,” ujar Salambau mempertanyakan, Selasa (9/3).

Untuk itu pihaknya pagi ini akan melakukan aksi demo damai di hotel Meratua Sesna Teminabuan, dengan melibatkan masyarakat Sorong Selatan yang tergabung dalam solidaritas masyarakat Sorsel peduli pembangunan di kabupaten Sorsel.

Wilson Snafi mengatakan, aksi ini dilakukan untuk mendesak Plt. bupati Kabupaten Sorong Selatan membatalkan penyerahan DPA kepada masing-masing SKPD sebagai bentuk antisipasi penyelewengan anggaran negara.

“Aksi ini tetap dijalankan, kami tuntut agar ditanggunhkan penyerahannya, sudah ada bupati terpilih tunggu sampai pelantikan, “ tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Sorong Selatan, sekaligus Protokoler Pemerintah Kabupaten Maybrat, Eddy Batti mengatakan, tak ada salahnya seorang Plt bupati melakukan penyerahan DPA, sebab menurutnya, dalam tiga tugas seorang Plt bupati, salah satunya adalah menjalankan sistem pemerintahan termasuk didalamnya penyerrahan DPA.

“Saya pikir sah-sah saja, karena Plt itu punya tugas ada tiga unsur, pertama memfasilitasi pelaksanaan Pilkada dan menjalankan pemerintahan, jadi tidak jadi soal,” ujar Eddy saat kemarin malam melalui telepon seluler.

Menyangkut aksi demo, Eddy menilai, aksi tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan sesuai dengan prosedur atau aturan demo, karena demo juga merupakan salah satu penyampaian aspirasi. |NASIR