Ilustrasi. Foto : Tribunnews

11 Narapidana Teluk Bintuni dapat Remisi Natal

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com– Pada hari raya Natal tahun 11 dari 35 narapidana di Rutan kelas II B Teluk Bintuni memperoleh remisi Natal. Besarnya remisi yang diberikan cukup beragam dari 15 hari sampai satu bulan setengah (45 hari).

Berdasarkan keputusan Menkumham nomor : W31-116.PK.01.01.02 Tahun 2014 bahwa yang memperoleh remisi satu bulan setengah sebanyak satu orang atas nama Richard Bleskadit. Sementara yang memperoleh remisi satu bulan sebanyak 9 orang, yaitu Marselius Marsel, Agustinus Ugipa, Dodis Waney, Markus Dimorwaum, Alex Rariaro, Kristian Yeuw, Dominggus Kaikatuy, Sakarias Marias dan Efridus Nong Riki. Dan yang memperoleh remisi 15 hari hanya satu orang yaitu Oktovianus Urbon.

Menurut kepala rutan kelas II B Teluk Bintuni, Benyamin Hardjo bahwa selain 11 narapidana yang memperoleh remisi Natal,  terdapat satu narapidana yang dinyatakan bebas bersyarat satu hari sebelum perayaan natal.  “Kemarin tanggal 24 Desembar sudah ada satu yang bebas bersyarat,” ujarnya.

Narapidana  yang telah dinyatakan bebas bersyarat tersebut bernama Yeri Selano. Menurut Karutan, Yeri pernah terlibat dalam kasus asusila dengan hukuman penjara selama lima tahun. Pemberian status bebas bersyarat karena yang bersangkutan dinilai berprilaku baik dan telah menjalani dua pertiga dari masa hukuman.

“Dia seharusnya bebas murni pada tahun 2016. Tapi karena bertingkah laku baik, maka kita usulkan sehingga dapat bebas bersyarat. Dia sudah memenuhi syarat, tapi dia masih wajib lapor. Sebelum bebas murni dia masih dalam pengawasan,” jelasnya.

Terkait remisi, menurutnya pemberian remisi hanya diperuntukan bagi warga binaan yang bertingkah laku baik dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu kepada narapidana yang memperoleh remisi dihimbau untuk meningkatkan tingkah laku yang lebih baik, supaya kedepan dapat kembali mendapat remisi, baik remisi umum maupun remisi hari raya.

Pada Perayaan Natal kali ini, Beny menegaskan tidak ada narapidana yang terlibat kasus korupsi yang memperoleh remisi.”Untuk Remisi Natal ini tidak ada kasus pidana khusus seperti korupsi,” ujarnya.

Khusus untuk kasus korupsi, dijelaskan bahwa sesuai peraturan pemerintah bahwa tersangka korupsi tidak akan mendapatkan remisi, bebas bersyarat, cuti menjelang bebas maupun asimilasi sebelum mengembalikan keuangan kerugian negara. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan