Ketua Tim Kerja ICBE 2018, Charlie Heatubun (tengah) saat menggelar konferensi pers terkait rencana Papua Barat sebagai tuan rumah Internasional Conference of Biodiversity, Eco-tourism, and Creative Economy di Manokwari, Selasa (6/3). Elyas Estrada/Cahaya Papua

11 negara bakal hadiri konferensi internasional biodiversitas di Manokwari

 

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Perwakilan dari 11 negara dipastikan menghadiri konferensi internasional tentang keanekaragaman hayati atau biodiversitas, ekowisata dan ekonomi kreatif yang akan digelar di Manokwari pada Oktober 2018.

Ketua Tim Kerja International Conference on Biodiversity, Ecotourism and Creative Economy (ICBE), Charlie Heatubun pada peluncuran persiapan kegiatan tersebut di Manokwari, Selasa, mengatakan, negara-negara yang akan hadir pada kegiatan ini yakni Amerika Setikat, Norwegia, Swedia, Inggris, Brazil, Spanyol, Australia, Jepang, China, Korea dan Papua Nugini.

Ia menjelaskan, ICBE 2018 merupakan kegiatan terobosan dari pelaksanaan agenda tahun 2030 tentang pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Antara lain berisi 17 tujuan dan 169 sasaran yang akan dicapai. Keanekaragaman hayati menjadi perhatian serius, terutama pada tujuan ke 14 dan 15,” kata Charlie.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Papua Barat ini mengutarakan, ada sejumlah target yang ingin diperoleh melalui kegiatan ini. Yakni merevisi rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Papua Barat.

Selain upaya singkroniasasi terhadap peraturan pemerintah, hal itu untuk menggambarkan Papua Barat sebagai provinsi konservasi. “Sesuai peraturan pemerintah 70 persen wilayah harus dialokasikan sebagai kawasan lindung,” sebutnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya juga menargetkan adanya taman nasional atau wilayah pelestarian baru di Papua Barat serta terciptanya skema intensif transfer fiskal atau dana transfer sebagai insentif bagi upaya pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di Papua Barat.

Charlie menginginkan adanya perubahan paradigma terutama dalam pemberian dana transfer. Upaya pelestarian hutan tropis baik di Papua maupun Papua Barat merupakan bagian dari modal pembangunan.

Dengan demikian, sebutnya, luasan hutan yang masih perawan dan terjaga secara baik di dua provinsi tersebut harus dimasukan menjadi salah satu indikator dalam perhitungan dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).

“Ini merupakan insentif fiskal yang diberikan pusat ke daerah untuk mendukung upaya pembangunan berkelanjutan, karena kita tahu bahwa sustainable development gools itu sudah diratifikasi dan menjadi komitmen seluruh negara-negara di dunia,”sebutnya.

Selain kegiatan ceremoni, ICBE di Papua Barat akan diisi sejumlah selebrasi seperti festival seni budaya, festival kuliner, darmawisata (field trip), pertemuan bisnis dan pameran pembangunan. Panitia juga sedang melobi Leonardo Dicaprio dan Arnold Schwarzenegger untuk ikut hadir, yang diharapkan dapat menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Ini adalah perayaan atas komitmen antara pemerintah Provinsi Papua Barat dan Papua terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Perwakilan Sekretariat ICBE 2018 Bustar Maitar pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemerintah dua provinsi ini telah berkomitmen melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini yang didorong agar mendapat dukungan penuh pemerintah pusat dan IMF-Word Bank.

ICBE yang akan dipusatkan di Manokwari pada 7 hingga 10 Oktober 2018 ditargetkan dihadiri 750 hingga 1.000 peserta. Selain negara-negara peserta, sejumlah LSM nasional, lokal dan internasional mendukung penuh kegiatan tersebut. Kegiatan ini membutuhkan anggaran Rp. 22 miliar yang bersumber dari APBD Papua Barat dan donasi lembaga lain. |Toyiban | Elyas Estrada

Leave a Reply

%d bloggers like this: