Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana

MK BELUM TETAPKAN JADWAL PUTUSAN SENGKETA PILKADA BINTUNI

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Komisi Pemilihan Umum Papua Barat (KPUPB) menyatakan hingga kemarin, Mahkamah Konstisusi (MK) belum mengeluarkan jadwal sidang pembacaan putusan sengketa Pilkada Kabupaten Teluk Bintuni.

“Sampai saat ini (kemarin, red) belum ada petunjuk atau jadwal dari Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua KPUPB Amus Atkana, di Manokwari, Rabu (10/2), saat dimintai keterangan soal jadwal pembacaan sidang penetapan sengketa Pilkada Bintuni.

Meski MK belum menjadwalkan sidang pembacaan keputusan sengketa Pilkada Bintuni, ia meminta agar para pihak bersabar. “Apapun yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi itu adalah keputusan yang seadil-adilnya,” kata Amus.

Ia juga mendorong agar seluruh stakeholder termasuk pemohon dan termohon dalam sengketa tersebut menciptakan situasi kondusif di daerah tersebut menjelang pembacaan hasil sengketa.

Terlepas dari itu, ia mengatakan, jika ada dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu di daerah itu, pihak yang merasa dirugikan bisa melaporkan secara langsung ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Di DKPP tidak dibatasi waktu seperti di Mahkamah Konstitusi, tapi diberikan ruang bagi mereka yang mau berperkara selagi komisioner itu masih bekerja di lembaga penyelenggara. Bukan hanya Bintuni, semua daerah silahkan,” kata Amus.

Sengketa Pilkada Bintuni terakhir disidangkan pada 9 Februari lalu, dengan agenda mendengarkan keterangan dari pemberi keterangan dalam hal ini Kapolres Teluk Bintuni.

Berdasarkan data yang dikutip dari risalah MK, sidang tersebut dilaksanakan sejak pukul 09.17 -10.01 WIB. Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Patrialis Akbar tersebut dihadiri pemohon Petrus Kasihiw dan Matret Kokop.

Pilkada Teluk Bintuni diikuti tiga pasangan Agustinus Manibuy-Rahman Urbun, Petrus Kasihiw-Matret Kokop dan Daniel Asmorom-Yohanis Manibuy.

Dalam hasil pleno rekapitulasi KPU Teluk Bintuni, Daniel Asmorom-Yohanis Manibuy dinyatakan sebagai pemenang dengan 17,067 suara.

Ia memiliki selisih tipis 7 suara dengan pasangan Petrus Kasihiw-Matret Kokop yang mengantongi 17,060. Untuk pasangan Agustinus Manibuy-Rahman Urbun memperoleh 7,609 suara. |RASYID FATAHUDIN