Ekspedisi NKRI

Alam Papua Ganas, Tim Diminta Libatkan Navigator Lokal

Tim Ekspedisi NKRI sub korwil 5 Bintuni, Rabu (10/1) kemarin sekitar pukul 11.00 WIT tiba di Pelabuhan Jetty Kampung Lama Bintuni. Tim yang berangkat dari Jakarta menggunakan KRI Surabaya terpaksa harus berlabuh di laut muara Bintuni, karena kondisi medan yang sulit untuk menjangkau pelabuhan di kota Bintuni. Tim terpaksa harus diangkut menggunakan speed boat.

 

SETIBANYA di pelabuhan, tim ekspedisi NKRI disambut oleh Bupati yang diwakili Asisten III Setda Teluk Bintuni, Ir. Widyaningsih Sri Utami beserta sejumlah pimpinan SKPD. Penyambutan ditandai dengan pengalungan bunga dan tarian adat Papua.

Asisten III dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan selamat melakukan aktivitas di Kabupaten Teluk Bintuni. Diakui informasi kedatangan tim ekspedisi NKRI di Bintuni sangat mendadak, meskipun demikian pihaknya akan membantu demi suksesnya pelaksanaan kegiatan di daerah ini.

“Kita berusaha semampunya membantu. Karena kegiatan ini mendadak pemberitahuan ke kita, sehingga tidak ada persiapan. Kalau diberi tahu dari awal kemungkinan kita menganggarkan untuk kegiatan ini, karena kegiatan ini diberi tahu setelah anggaran turun sehingga kita tidak bisa mengangarkan, hanya semampu kita, tergantung kesediaan dana yang ada di kabupaten. Kami atas nama bupati menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kalau tidak bisa membantu semaksimal mungkin, tapi kita akan berusaha,” ujarnya.

Ia menyarankan jika tim turun ke lapangan agar tidak berjalan sendiri melainkan mengikutsertakan masyarakat selaku navigator. Karena menurutnya alam Papua berbeda dengan daerah lain, baik budaya maupun adat istiadat. Selain itu keberadaan binatang buas juga masih cukup banyak.

“Karena hutan yang masih rawan, jadi jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Sementara itu komandan Tim Ekspedisi Sub Korwil V Bintuni, Kapt. Inf. Maman Suparman mengungkapkan bahwa jumlah peserta pada kegiatan ini di Kabupaten Teluk Bintuni berjumlah 120 orang yang terdiri dari perwakilan Pemda 14 orang, Polres 5 orang, Koramil 6 orang dan Kompi senapan E sebanyak 19 orang.

Sementara peserta dari Jakarta berjumlah 66 orang yang terdiri dari mahasiswa dan satuan TNI seperti Kopasus, Paskhas, Marinir, Kostrad, Zeni hingga Batalyon Infanteri. Dari seluruh peserta yang mengikuti ekpedisi NKRI di Teluk Bintuni, 13 diantaranya adalah mahasiswa. Sedangkan peserta yang berasal dari Sorong sebanyak 3 orang.

Sebelum mengikuti ekspedisi NKRI, para peserta terlebih dahulu diberikan pembekalan selama sebulan di batu jajar. Dalam pembekalan tersebut para peserta telah dilatih mendaki gunung, masuk hutan dan lain-lain.

Upacara penerimaan tim ekpedisi NKRI rencananya akan dilakukan hari ini (11/2) di lapangan sepak bola kampung Argosigemerai, Bintuni. Dalam upacara tersebut akan dihadiri oleh penjabat Bupati Teluk Bintuni, Drs. Ishak Hallatu beserta Muspida.

Posko Tim Ekspedisi NKRI sub korwil V Bintuni berada di halaman balai kampung Argosigemerai dan lapangan dengan dilakukan pendirian tenda.

Terpisah, Komandan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat yang juga Danjen Kopasus, Mayor Jendral M. Herindra Rabu (10/2) di Manokwari mengatakan Papua Barat merupakan daerah potensial sehingga menjadi tujuan ekspedisi yang dilakukan pihaknya.

“Penting untuk mengenalkan daerah ini ke kancah yang lebih luas, terutama sumber daya alam yang belum terekspos dengan baik, wisata alam dan lainnya,” kata Herindra.

Di penghujung rangkaian kunjungannya di Manokwari, hari ini Danjen Kopassus dan rombongan akan berangkat menuju Lapangan Borarsi Manokwari untuk mengikuti acara penerimaan peserta Ekspedisi NKRI oleh Gubernur Papua Barat.

Dalam ekspedisi ini, Kopassus memberangkatkan ratusan peserta ke tanah Papua. Ketua Tim Media Ekspedisi NKRI 2016 Koridor Papua Barat, Mayor Inf Achmad Munir seperti dikutip jaringnews.com menjelaskan, pemberangkatan tersebut dibagi dalam dua gelombang.

Gelombang pertama diberangkatkan pada Minggu (31/1) lalu dengan menggunakan KRI Surabaya 591 milik TNI AL dan gelombang kedua  diberangkatkan pada 9 Februari dengan menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma.

“Yang menggunakan Kapal perang TNI AL sekarang sudah berada di Makassar dan masih transit. Untuk peserta Subkobwir Kaimana rencana berangkat 9 Februari 2016 dengan pesawat Hercules TNI AU dari Halim Perdanakusuma,” jelas Achmad Munir.

Ekspedisi NKRI ini diikuti dari berbagai kalangan yaitu dari peneliti, akademisi, personel TNI dan Polri. Kegiatan Ekspedisi NKRI yang dimulai dari Februari hingga 31 Mei 2016 ini akan melaksanakan tiga bidang kegiatan yaitu penjelajahan, pendataan meliputi kehutanan, geologi, flora fauna, potensi bencana, kehutanan, sosial budaya.

Tujuan ekspedisi ini adalah untuk mendata sekaligus memetakan semua potensi Sumber daya alam dan sumber daya manusia, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, budaya, menumbuhkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan pertahanan keamanan nasional  secara maksimal khususnya di daerah terpencil dan terisolir.

Herindra yang ditanya wartawan soal kemungkinan adanya gangguan keamanan atau kecurigaan bagi anggota tim ekspedisi, mengatakan pada prinsipnya, pihaknya ingin memberikan yang terbaik di tanah ini. “Kalau ada orang yang berbuat hal yang tidak diinginkan nanti kita lihat saja,” ujarnya.

Tim ekspedisi akan menjelajahi 8 daerah di Papua Barat, diantaranya Kaimana, Sorong Selatan, Kota Sorong, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama, Manokwari Selatan Maybrat dan Fakfak. | ARI MURTI| ADLU RAHARUSUN