Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat memasang papan nama penyitaan aset mantan ketua harian KONI Papua Barat Albert Rombe, tersangka kasus korupsi dana hibah pembangunan kantor KONI Papua Barat tahun 2012 dan 2013 di Jalan Jenderal Sudirman, Manokwari. Penyidik menyita 7 ruko dan satu gudang di empat lokasi berbeda.

ASET EKS KETUA KONI BERNILAI MILIARAN RUPIAH DISITA

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat secara resmi menyita aset tersangka kasus korupsi anggaran pembangunan kantor KONI Papua Barat Albert Rombe berupa 7 rumah toko atau ruko dan satu gudang di empat lokasi berbeda di Manokwari, Kamis (11/2).

7 ruko tersebut berada di jalan Trikora Wosi, Jalan Merdeka dan Jalan Jenderal Sudirman, sementara gudang berada di jalan samping masjid Amban kelurahan Amban. Ruko di Jalan Trikora Wosi tepatnya berada di jajaran ruko bambu kuning dan sebuah ruko kosong di samping BRI unit Wosi.

Di Jalan Merdeka ruko yang dipakai sebagai bengkel di depan hotel Billy Jaya. Sementara di jalan jenderal Sudirman adalah UD Karsolion Indah. 6 ruko yang disita termasuk bangunan pada lantai I dan II. Hanya 1 ruko di BRI unit wosi yang berlantai I.

Dalam penyitaan tersebut, penyidik memasang papan penyitaan pada bagian atas ruko sebagai penanda bahwa ruko tersebut telah disita demi kepentingan hukum.

Seluruh aset tersebut disita berdasar penetapan Pengadilan Negeri Manokwari nomor 1/PEN.PID/2015/PN MNK yang dikeluarkan pada 21 Desember 2015 serta penetapan Pengadilan Negeri Manokwari Nomor: 1/PEN.PID.SUS-TPK/2016/PN Mnk tertanggal 1 Februari 2016.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat AKBP. Johan H. Sitorus secara terpisah mengatakan pemasangan papan penyitaan pada aset Rombe yang disita sebagai bagian dari proses hukum.

“Aset tidak bergerak yang sudah disita ini merupakan perhitungan kerugian negara dari uang yang diduga terkait kasus tersangka, namun kalau memang ada yang kurang atau lebih dari perhitungan aset tersebut, nanti akan dibuktikan di pengadilan. Polisi hanya menjalankan tugas,” kata Sitorus.

Ia menjelaskan setelah disita ruko- ruko dan gudang tersebut akan dikosongkan. “Kalau itu aset berbentuk rumah yang ada penghuni misalnya, kita beri waktu agar segera dipindahkan,” terang Sitorus.

Sitorus ketika dimintai tanggapan soal nilai seluruh ruko dan gudang yang disita tidak memberikan penjelasan yang detil. Ia hanya mengatakan bahwa hal itu akan dibuktikan di pengadilan. Dalam informasi yang ditelurusi di lapangan nilai tiap ruko mencapai antara Rp. 2 – 3,5 miliar.

Dalam pantauan lapangan, penyitaan aset milik tersangka Rombe yang di lakukan penyidik Polda Papua Barat berjalan dengan aman dan lancar.

Bekas ketua harian KONI Papua Barat Albert Rombe dijerat sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan kantor KONI Papua Barat tahun anggaran 2012 dan 2013 senilai Rp. 26,7 miliar. Dalam kasus ini polisi juga menjeratnya dengan pasal tindak pidana pencucian uang atau TPPU. |ADLU RAHARUSUN