Sius Dowansiba (Kemeja Merah), salah satu anggota DPRD Kab. Pegaf

Pegaf Alokasikan 100 Miliar Bangun Infrastruktur Jalan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) tahun ini menanggarkan biaya pembangunan infrastrutur jalan sebesar Rp. 100 miliar lebih atau sebesar 10 persen dari total APBD di daerah itu.

“Kebijakan penganggaran untuk Kabupaten Pegaf, posisi anggaran paling menonjol dialokasikan pada pembangunan infrastruktur jalan,” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Pegaf, Sius Dowansiba di Manokwari beberapa waktu lalu.

Ia mengemukakan anggaran itu dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan penghubung dari pusat kota Pegaf menuju distrik-distrik dan perkampungan di daerah itu.

Sementara pembangunan jalan trans kabupaten yang mengubungkan Kabupaten Induk Manokwari menuju Pegaf dan berakhir di Kabupaten Manokwari Selatan menjadi kewenangan pemerintah pusat dan provinsi.

Saat ini proses pembangunan jalan trans kabupaten dalam tahap pengerjaan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Sius mengatakan, kondisi jalan dari Manokwari maupun Manokwari Selatan menuju Pegaf, belum layak, sehingga menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat.

“Kondisi jalan menuju kabupaten kami itu, masih memprihatinkan, dengan kondisi jalan hamparan batu koral, berlumpur, penuh dengan tanjakan tajam, curam serta berada tepat disisi jurang itu membuat mayarakat menjadi takut” ujar Sius.

Ia berharap, pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terus mengalokasikan anggaran sesuai master plan atau rencana induk pembangunan untuk mensukseskan program pembangunan infrastrutur jalan di daerah itu.

Ia pun mengajak masyarakat bersabar serta mendukung proses pembangunan akses jalan, baik jalan trans kabupaten maupun jalan menuju distrik-distrik dan kampung-kampung di daerah itu.

“Masyarakat dan kami anggota DPRD harus pahami, bahwa pemerintah membangun jalan itu tidak mungkin satu kali kerja langsung jadi, tetapi dibangun secara bertahap setiap tahun” kata Sius.

Ia berharap agar pembangunan jalan trans kabupaten dan jalan-jalan menuju distrik dan perkampungan warga dapat rampung sesuai jadwal pembangunan, sehingga memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan akses terhadap pengembangan destinasi wisata di kabupaten itu.

“Karena kabupaten ini nantinya sebagai gaung destinasi pariwisata nasional khususnya di Papua Barat setelah kepulauan Raja Ampat, maka akses transportasi itu menjadi hal paling penting,” kata dia menambahkan.

Ia menyebutkan, Pegaf memiliki segudang kekayaan alam, khususnya potensi pariwisata, dimana strategi pembangunan di daerah itu diarahkan pada pembangunan berbasis pariwisata.

“Potensi pariwisata di Pegaf ini sangat banyak, bicara mengenai wisata goa, air terjun, danau, burung dan ragam spesies endemik, serta pertanian organik itu luar biasa banyak, ditambah dengan pemandangan pegunungan yang eksotik menjadi daya tarik tersendiri, tinggal kita kelola secara maksimal saja” ucap dia.

Untuk mewujudkan gagasan pembangunan kabupaten Pegaf berbasis pariwisata, maka hal utama yang harus disiapkan pemerintah daerah adalah pembangunan akses transportasi yang memadai.

Sehingga semua potensi kekayaan alam yang ada di kabupaten itu dapat diakses dan dieksplorasi menjadi daya tarik wisata pegunungan di provinsi ini.

Walau demikian lanjut dia, kebutuhan masyarakat tidak terbatasi hanya pada akses teransportasi yang memadai, namun penyediaan rumah layak huni, pendidikan, kesehatan, air bersih juga harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan provinsi. | MUHAMMAD RIZALDY| TOYIBAN

 

%d bloggers like this: