Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait saat menyampaikan sosialiasi UU nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak kepada jajaran kepolisian Polda Papua Barat di Manokwari, kemarin.

KPAI: Anak punya Hak Partisipasi Memutus Mata Rantai Kekerasan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menitipkan sejumlah pesan kepada anak-anak Papua di Papua Barat. Ia pun meminta pers berperan sebagai media edukasi untuk mencerdaskan bangsa di daerah ini.

Hal itu disampaikan saat memberi arahan pada penutupan lomba menulis Hari Pers Nasional (HPN) khusus pelajar SMA dan SMK se Manokwari yang digelar oleh Lingkar Wartawan Papua Barat di Aula LPP RRI Manokwari, Kamis (11/2/2016).

“Siang ini saya bangga sekali, ini bagian untuk mencerdaskan anak-anak Papua menjadi anak-anak yang cerdas,” ujar Aris.

Ia juga memberikan motivasi kepada peserta lomba menulis agar tidak hanya pandai menulis, namun harus mampu memberikan solusi untuk memutus rantai kekerasan terhadap anak di Papua Barat.

“Anak-anak Papua harus menjadi luar biasa, bukan hanya sekedar menulis dan menjadi penjaga laut Papua Barat, tetapi juga harus mampu memberikan solusi untuk memutus rantai kekerasan yang dialami anak-anak Indonesia,” kata dia lagi

Ia juga mengemukakan Papua dan Papua Barat merupakan provinsi dengan angka kekerasan terhadap anak menempati urutan ke empat dari provinsi lain yang ada negeri ini.

Ia meminta agar, para pelajar SMA dan SMK ini lebih peka terhadap dinamika sosial masyarakat terutama menyangkut kekerasan terhadap anak yang tinggi, serta menjadi ancaman tersendiri bagi keberlangsungan generasi yang akan datang.

“Jadi adik-adiku disini, kalau itu dituliskan menurut pandangan atau kacamata anak, bagaimana solusi memutus mata rantai kekerasan kepada anak,” ujarnya

Menurutnya, tulisan berperan memberi gagasan inovatif dan bagian dari hak partisipasi anak yang dilindungi dalam UU Perlindungan anak pasal 10 dan konvensi PPB secara universal.

Ia juga menekankan, UU maupun Konvensi PBB tentang perlindungan anak memberikan jaminan akses kepada anak untuk berpartisipasi memberikan pendapatnya.

“Bahwa hak anak itu diberikan akses untuk berpatisipasi didengar pendapatnya, jadi apa yang dituliskan sekarang ini yang difasilitasi teman-teman wartawan Papua Barat, merupakan bagian dari keikutsertaan anak-anak Indonesia memikirkan masa depan bangsa dan dirinya,” imbuhnya. |MUHAMMAD RIZALDY | TOYIBAN