Peserta lomba menulis HPN 2016

SMAN 1 dan SMKN 1 Borong Piala Lomba Menulis HPN 2016

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Sebanyak 29 orang Pelajar tingkat SMA/SMK di Manokwari meramaikan lomba menulis pada perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 yang digelar oleh Lingkar Wartawan Papua Barat, sebanyak tiga orang siswa SMA Negeri 01 Manokwari dan dua orang siswa SMK Negeri 01 Manokwari berhasil membawa pulang piala juara harapan I,II serta juara I, II, dan III.

Tulisan dengan Judul “Lautku” karya Nur Janna Papuana menarik perhatian dewan juri pada lomba yang digelar di Aula LPP RRI Manokwari. Siswi SMKN 1 Manokwari ini ditetapkan menjadi juara pertama pada lomba tersebut.

Juara dua diraih Gita Gloria Ratak Siswi SMAN 1 Manokwari melalui karya tulisnya yang berjudul “kondisi pers di Papua Barat”. Sementara juara tiga diraih oleh Harson A Korwa atas karya tulisnya berjudul “Kesejahteraan Daerah Khususnya Di Papua Barat”. Harson utusan dari SMA N 1 Manokwari.

Dalam lomba ini dewan juri menetapkan dua orang juara harapan. Juara harapan satu diaraih peserta dengan judul tulisan “Menyongsong Poros Maritime Dunia Dan Pariwisata Papua Barat,” karya George D.F. Tupa Siswa SMA Negeri 01 Manokwari, serta peserta dengan judul tulisan “Kesejahteraan Rakyat” siswa SMK Negeri 01 Manokwari.

Dewan juri yang terdiri dari para senior jurnalis di Manokwari ini menyatakan, secara umum peserta memiliki kemampuan yang cukup bagus dalam merangkai karya tulis masing-masing.

Salah satu juri, yang juga aktif menulis pesan moral melaui karya anekdot Poro Kasbi dalam kolom harian Cahaya Papua, Sali Pelu menyebutkan, menulis bukan pekerjaan mudah. Tidak setiap orang memiliki kemampuan untuk merangkai pengetahuan, gagasan serta informasi yang diperoleh dalam bentuk tulisan.

“Kita di Papua, biasa dengan bahasa oral, sangat jarang orang mampu menulis. Tapi adik-adik kita ini, cukup kreatif, mereka memiliki kemampu cukup bagus dalam menulis,” kata dia.

Ketua Lingkar Wartawan Papua Barat, Musair mengatakan, lomba menulis sudah dirancang pada setiap HPN Papua Barat di tahun-tahun sebelumnya, namun tahun ini lomba tersebut baru dapat dilaksanakan.

Menurut dia, lomba ini penting untuk mengangkat serta memotivasi bakat menulis dikalangan pelajar,

“Di Papua Barat, tidak gampang mencari sumberdaya wartawan. Terbukti, selama ini profesi wartawan tidak banyak diminati, dari antusias adik-adik pada hari ini, saya optimistis kedepan akan banyak jurnalis muda terlahir di Manokwari,” ungkapnya.

Sekretaris Panitia HPN Papua Barat 2016, Toyiban mengatakan, HPN Papua Barat mengikuti tema Nasional yakni Pers, Laut dan Kesejahteraan Daerah. Sehingga, kata dia, lomba menulis ini pun mengikuti tema tersebut.

“Kami membaginya menjadi tiga sub tema, yakni terkait peran Pers dalam mengawal pembangunan, Laut yang mencakup seluruh aspek kemaritiman, Kesejahteraan daerah yang membahas masalah kemiskinan, kesenjangan ekonomi, serta pemerataan pembangunan,” kata dia menjelaskan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait, yang sempat hadir pada penutupan lomba itu mengatakan, Papua dan Papua Barat, menduduki rangking empat tertinggi kasus kekerasan terhadap anak.

Ia berharap, pelajar dapat menuangkan gagasanya terhadap bahaya kekerasan di daerah ini, melalui tulisan serta dipublikasi di surat kabar di daerah ini.

Menurut dia, hal ini merupakan salah satu upaya untuk memotong mata rantai kekerasan terhadap anak di Papua Barat.

“Lomba menulis ini adalah kesempatan untuk membuka semangat dan membuka peluang, agar selanjutnya mampu menulis persoalan kekerasan yang dihadapi anak-anak Papua. Papua adalah tanah yang dijanjikan, tapi disini tersimpan predator-predator kejahatan,” kata dia.

Dia menjelaskan, hak anak adalah bagian yang integral dari hak asasi Manusia. Anak-anak Papua harus berani mengatakan tidak pada narkoba serta stop kekerasan sekarang juga. | MUHAMMAD RIZALDY | TOYIBAN