Sekertaris DPD Hanura Papua Barat

Hanura Resmi Buka Pendaftaran Calon Gubernur, Sejumlah Nama Merapat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—- Partai politik di Papua Barat mulai membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk bertarung dalam Pilgub 2017 mendatang. Salah satu parpol yang telah membuka pendaftaran adalah Hati Nurani Rakyat atau Hanura.

Hanura telah membuka pendaftaran sejak 9 Februari lalu dan akan ditutup pada 9 Maret. Hanura mengajukan syarat cukup ketat untuk mendaftar, yakni harus berpasangan.

Sekretaris tim seleksi calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat untuk Pilgub 2017 Jhon Dimara mengatakan, selain harus berpasangan, calon yang ingin mendaftar harus berstatus sebagai orang asli Papua.

Djon mengatakan Hanura membuka peluang kepada kepada siapa saja yang merasa memenuhi syarat tersebut untuk mendaftar.

“Tapi harus ikuti aturan main dan mekanisme partai. Salah satunya harus sudah berpasangan,” kata Jhon di sekretariat DPD Hanura, Jumat (12/2). “Syarat berpasangan merupakan aturan partai yang diputuskan pada April 2015 lalu. Kami akan selektif,” jelas dia.

Alasan lain sehingga harus berpasangan, Jhon menjelaskan, sebab partai besutan Wiranto ini tidak ingin membuang waktu dalam melakukan verifikasi berkas bakal calon.

“Satu orang pun yang mendaftar dengan wakilnya tetap akan kita proses. Bila ada dua atau tiga pendaftar tanpa wakil, tidak akan kita proses. Politik ini tidak kerja santai, harus digerakkan,” tegas Jhon.

Soal syarat calon harus orang asli Papua, Jhon menjelaskan hal itu mengacu pada UU Otonomi Khusus tahun 2001 yang berlaku di Papua. Dalam UU tersebut digariskan bahwa calon gubernur dan wakil gubernur harus berstatus sebagai orang asli Papua.

Penentuan akhir apakah calon dianggap telah memenuhi syarat sebagai orang asli Papua, akan diuji oleh Majelis Rakyat Papua Barat atau MRPB. “Syarat ini (orang asli Papua) harus dijalankan sebab merupakan amanat UU Otsus,” kata Jhon.

Terkait mekanisme internal, Jhon menjelaskan, DPD Hanura setelah melakukan seleksi akan mengirim nama yang terpilih ke Dewan Pengurus Pusat di Jakarta. DPP yang akan menentukan calon yang dianggap layak untuk diusung.

Sementara itu sejak pendaftaran dibuka, Jhon mengaku Baltasar Kambuaya telah mendaftar namun yang bersangkutan dinilai melewati jalur yang salah. Harusnya ia mendaftar ke tim seleksi Pilkada di sekretariat Hanura,” kata Jhon. Baltasar menurut Jhon mendaftar melalui DPR Papua Barat.

Selain Baltasar, Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy dan Ketua DPD KNPI Papua Barat Hermus Indouw secara langsung telah membangun komunikasi politik. Namun hingga kini, Jhon mengaku, mereka belum mendaftar secara resmi. |RASYID FATAHUDDIN