Pelantikan Pieters Kondjol sebagai ketua DPR Papua Barat oleh Kepala Pengadilan Tinggi Papua di ruang sidang utama kantor DPR Papua Barat kemarin. Para pihak menyatakan polemik ketua DPRPB telah berakhir dengan dilantiknya Pieters Kondjol.

MRP PAPUA BARAT: KETUA DPRPB HARUS BEKERJA MAKSIMAL

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat Pieters Kondjol, didorong untuk menjalankan tugas secara maksimal memimpin DPR Papua Barat dalam tiga tahun kedepan.

Ketua Majelis Rakyat Papua Barat Vitalis Yumte mengatakan, Kondjol harus memastikan bahwa dirinya mampu merangkul semua pihak di internal DPRPB maupun stake holder terkait.

Itu dilakukan agar DPRPB secara kelembagaan mampu memaksimalkan tugas dalam bidang pengawasan, legislasi dan penganggaran.

“Ketua DPR harus tampil menjadi figur pemersatu di lembaga, membangun persatuan, dan merangkul semua mitra dalam memaksimalkan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran,” tegas Yumte di Manokwari kemarin.

Yumte juga menegaskan agar DPR PB secara kelembagaan benar-benar memikirkan tugas mereka sebagai penyambung aspirasi rakyat. Ia mengajak para pihak diinternal DPRPB agar tidak terjebak pada konflik masa lalu.

“Ketua DPR sudah ada, jika kemudian masih tetap melaksanakan ego kepartaian dan individu, saya kira tidak ada manfaatmya,” kata Yumte menegaskan.

Secara khusus Yumte berpesan kepada Kondjol untuk memaksimalkan penyusunan dan pembahasan rancangan peraturan daerah khusus yang telah diamanatkan UU Otsus tahun 2001.

“Untuk itu DPRPB harus bekerjasama dengan pemerintah daerah dan MRP sehingga kita lebih maju daripada provinsi Papua sebagai provinsi induk,” ia mengakhiri.

Konflik penentuan ketua DPRPB berlangsung beberapa bulan setelah anggota DPRPB dilantik pada pertengahan 2014 lalu.

Saat itu Demokrat, partai pemenang merekomendasikan Robert Melianus Nauw yang juga adalah ketua DPD Demokrat Papua Barat sebagai ketua DPRPB, namun ia terganjal kasus hukum.

Beberapa bulan kemudian, Demokrat mengajukan nama baru, Matheos Selano. Meski dibayangi penolakan tentang statusnya yang bukan orang asli Papua, Selano akhirnya dilantik di Jayapura beberapa bulan lalu.

Belakangan Demokrat mengajukan Pieters Kondjol yang akhirnya dilantik di gedung DPR Papua Barat Jalan Siliwangi Kamis (11/2) lalu. Demokrat menyatakan, pelantikan Kondjol telah mengakhiri konflik yang cukup menguras energi tersebut.

Robert Nauw yang akrab disapa Robby membahasakan pelantikan Pieters Konjol sebagai visi dan kepentingan partai yang telah tercapai untuk membantu pembangunan di daerah ini.

“Proses pelantikan telah berjalan sukses. Persoalan lain yang terjadi diluar itu, bukan harapan DPD,” kata Roby usai menghadiri pelantikan Kondjol Kamis lalu.

Sementara itu Kondjol dalam sambutan setelah pelantikan meminta agar perbedaan pendapat masa lalu tidak dijadikan lokomotif menciptakan konflik baru tapi harus diubah menjadi energi positif untuk mendorong perubahan.

Saat itu ia juga berjanji akan bekerja sebaik mungkin mengedepankan kesejahteraan bagi orang asli Papua. “Saya tetap menjaga konsistensi sikap,” Kondjol berjanji.

Ia mengatakan, Otsus mengharuskan orang asli Papua menjadi tuan di negeri sendiri yang perlu disikapi secara menyeluruh sehingga tidak menimbulkan diskriminasi yang berlebihan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Papua Barat Abraham Atururi meminta para pihak menerima Kondjol sebagai ketua DPRPB dan mendorong DPRPB mengutamakan kebutuhan masyarakat daerah ini dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. | RASYID FATAHUDDIN