Komite I DPD RI disambut dalam kunjungan ke distrik Kebar, Tambrauw.

Komite I DPD Tinjau Sejumlah Calon DOB di Papua Papua Barat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Komite I DPD RI berkunjung ke kerja di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, Sabtu (13/2/2016) lalu dalam rangka mengunjungi sejumlah calon Daerah Otonomi Baru (DOB).

Rombongan DPD ini meninjau calon DOB antara lain, calon Kabupaten Maybrat Sau di kabupaten Maybrat, calon Kabupaten Malamoi di KabupaTen Sorong Selatan, dan calon Kabupaten Manokwari Barat di Distrik Kebar.

Di Distrik Kebar, tim DPD melakukan tatap muka bersama Lima Kepala Distrik (Kebar, Mubrani, Amberbaken, Senopi, dan Sidey) seta juga masyarakat. Di Distrik Senopi, tim juga melihat tapal batas rencana pemekaran DOB Manokwari Barat.

Wakil guberur, Irene Manibuy mengimbau masyarakat tetap mengikuti mekanisme dan prosedur untuk memperjuangkan aspirasi pemekaran calon DOB.

Kata Wagub, Proses ini sempat tertahan akibat diberlakukannya Undang-Undang No 23 tahun 2014. Dikatakan, Kementerian Dalam Negeri sangat memberikan perhatikan untuk dapat menyelesaikan konflik terkait pencatutan wilayah antar kabupaten akibat adanya pemekaran.

“Konflik tentang DOB yang ada di Propinsi Papua Barat haruslah diselesaikan dengan bijak. Jangan sampai adanya pertikaian sehingga merugikan masyarakat. Sampaikan permasalahan kepada pemerintah daerah baik bupati maupun gubernur,” ungkap Irene mengingatkan.

Plt Bupati Manokwari, F. M Lalenoh mengatakan, mendukung aspirasi pemekaran calon Kabupaten Manokwari Barat. Lalenoh mengapresiasi Komite I DPD RI yang telah memperjuangkan calon Kabupaten Manokwari Barat.

Ketua Tim pemekaran, Nikolas Manim mengatakan, masyarakat Lima distrik lebih menginginkan bergabung dengan Kabupaten Manokwari. Bukan Kabupaten Tambrauw.

“Kami membutuhkan dukungan serta bantuan sehingga pemekaran ini dapat segera terwujud,” kata Manim yang juga selaku kepala Distrik Sidey.

Anggota tim pemekaran, Ferdinand Teniwut mengatakan, proses pembentukan calon Kabupaten Manokwari Barat telah diperjuangkan sejak lama.

Menurutnya, dua tahun lalu, bupati Bastian Salabay telah memasang papan nama kantor Bupati calon kabupaten Manokwari Barat. “Distrik Kebar merupakan pusat calon Kabupaten Manokwari Barat sesuai keputusan Mahkama Konstitusi,” katanya.

Ketua Komite I DPD, H. A. Muqowam mengatakan, aspirasi daerah akan diperjuangkan. “Kami bukanlah orang dari partai. Kami lebih Indonesia dan kabupaten manokwari barat akan kami perjuangkan mati-matian,” ujarnya.

Muqoam mengemukakan, kunjugan kerja ini untuk memastikan kesiapan dalam rangak memperjuangkan DOB. Muqoam berujar, Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Manokwari Selatan tidak lepas dari campur tangan hasil perjuangan DPD RI.

Dia berharap, kabupaten Manokwari Barat bisa segera terealisasi. Termasuk sengketa antara Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong harus segera diselesaikan demi terwujudnya calon DOB ini.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPD asal Papua Barat, Yacob Esau Komigi mengatakan, luas wilayah Papua Barat sudah seharusnya dipertimbangkan untuk adanya pemekaran.

“Revisi UU 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua yang tengah diajukan semoga tidak ada hambatan. Solusi dari setiap permasalahan yang ada saat ini, hanyalah pemekaran,” ujarnya.

Wakil Ketua Komite I, Syafrudin Atasoge mengatakan, pemekaran di Papua Barat untuk lebih memudahkan pelayanan terhadap masyarakat di daerah terpencil.

“Tugas kami memperjuangkan DOB Manokwari Barat. Masyarakat mempunyai tugas hanya satu yaitu, berdoa sehingga semua dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita semua,” tuturnya.

Anggota Komite I, Antung Fatmawati mengatakan, Papua Barat sangatlah indah. Berbeda dengan Kalimantan yang telah habis segala SDA.

“Walaupun, kami sudah berteriak akan tetapi tidak didengarkan. Saya sangat termotivasi dengan keinginan masyarakat Papua Barat untuk maju,” aku Antung.

Dalam kesempatan yang sama diserahkan pernyataan sikap Dewan Adat Papua yang berkaitan pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Manokwari Barat seperti yang tercantum di dalam AMPRES Nomor R-66/PRESS/2013.

Bersama tokoh masyarakat dari Distrik Kebar, Distrik Mubrani, Distrik Amberbaken, Distrik Senopi dan Distrik Sidey mendukung penuh percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Manokwari Barat.

Pemekaran ini adalah solusi efektif dan permanen mengakhiri konflik berkepanjangan yang terjadi selama Delapan tahun antara Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Tambrauw.

Menolak dengan tegas adanya upaya sistematis pencaplokan wilayah Empat Distrik (Senopi, Distrik Kebar, Amberbaken, dan Mubrani) ke Kabupaten Tambrauw untuk dimasukan ke cakupan wilayah pembentukan Propinsi Papua Barat Daya.

Tim Komite I DPD RI, disambut Wakil Gubernur, Irene Manibuy didampingi antara lain, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Propinsi Papua Barat, Musa Kamodi, Plt. Bupati Manokwari, Frans Musa Lalenoh, Wakil Ketua MRP-PB, Anike Sabami, dan pengarah pemekaran calon kabupaten Manokwari, Mathias Makambak. |RASYID FATAHUDDIN