ILUSTRASI

Bupati Terpilih Tiga Kabupaten Diingatkan Soal Janji Mereka

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Menjelang pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak, sejumlah saran diutarakan pemuda Arfak untuk kemajuan pembangunan di tiga kabupaten itu.

Pemuda Arfak, Lamek Dowansiba, kepada media ini, menyampaikan sejumlah saran kepada ketiga bupati yang akan dilantik pada tanggal, 17 Februari mendatang oleh gubernur Papua Barat di Manokwari.

Ia menyatakan bupati terpilih pada tiga kabupaten tersebut merupakan putra terbaik suku besar Arfak yang dipercayakan menjalankan amanat rakyat di tiga kabupaten itu.

“Saya sebagai pemuda arfak mewakili pemuda suku besar arfak, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat memberikan amanat kepemimpinan kepada tiga orang putra terbaik arfak untuk memimpin di tiga kabupaten” ungkap Lamek, seraya menyatakan tahun ini merupakan tahun emas bagi masyarakat suku besar arfak.

Ia menyarankan kepada ketiga orang bupati terpilih di tiga kabupaten itu, agar selektif menempatkan pejabat untuk memimpin SKPD dibawahnya, melalui tahapan seleksi dan uji kelayakan.

“Harus ada uji kelayakan, sehingg kedepan, orang yang dipercayakan memegang jabatan itu betul-betul bisa mampu bekerja secara profesional dan bertanggungjawab kepada rakyat”

Ia menekankan agar dalam penyusunan kabinet pemerintahan di tiga kabupaten itu, tidak memberikan jabatan tertentu berdasarkan suku, ras, agama dan intervensi partai politik pengusung pasangan bupati terpilih.

“Tetapi bagaimana kita melihat orang itu berdasarkan dedikasi, loyalitas, kapabilitas dan integritasnya untuk membangun masyarakat ditiga kabupaten itu” ujar dia.

Ia menekankan, proses politik dan demokrasi yang menghasilkan tiga orang bupati terpilih itu, merupakan pilihan sadar masyarakat yang memilih pemimpinnya karena memandang figur pemimpin yang layak.

“Saya tekankan, pemilihan kemarin itu bukan karena kekuatan partai politik, bukan pengaruh tim sukses, tetapi masyarakat memilih karena meyakini figur yang dipilihnya benar-benar layak untuk memimpin di tiga kabupaten itu”

Ia juga menekankan agar bupati terpilih menempatkan pejabat dalam kabinetnya, harus orang yang memiliki dedikasi membangun rakyat.

“Jadi ada baiknya, ketiga bupati terpilih, harus pro kepada rakyat, dan memasang orang di kabinetnya yang betul-betul bisa bertanggung jawab kepada rakyat” imbuh dia.

Ia juga menyarakan kepada ketiga bupati terpilih agar menunjukan komitmennya membangun pendidikan dan kesehatan yang layak kepada semua masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras dan tingkatan ekonomi masyarakat.

Kepada bupati Kabupaten Manokwari terpilih, ia menekankan agar dapat mewujudkan komitmen membangun pendidikan sesuai yang dikatakan saat debat publik calon bupati dan wakil bupati sebelum berlangsungnya proses pemilihan lalu.

Pernyataan Bupati terpilih saat debat publik yang digelar KPU Manokwari di Aula LPP RRI, itu menyatakan akan memberikan pendidikan gratis khusus bagi anak-anak asli papua.

Ia menekankan agar, penyelengaraan pendidikan di manokwari hendaknya dijalankan berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 pemerintah wajib mengalokasikan dana 20 persen dari APBN dan 20 persen dari APBD.

“Undang-Undang itu sudah jelas menekankan dengan pengalokasian 20 persen dana APBN dan APBD itu, artinya pemerintah mewajibkan penyelelenggaraan pendidikan gratis kepada seluruh peserta didik” ujarnya.

Sehingga, menurutnya tidak ada alasan bagi pemerintah menyelenggarakan pendidikan gratis hanya kepada kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, rasa dan tingkatan ekonomi masyarakat tertentu.

“Masalah pendidikan, tidak boleh melihat khusus hanya orang papua saja, tetapi non papua juga harus mendapat porsi yang sama, tidak boleh ada diskriminasi kebijakan pendidikan, antara papua dan non papua atau antar agama” tuturnya.

Dengan begitu, menurutnya semua masyarakat dapat bertanggung jawab dalam mendukung dan berpatisipasi membangun bersama pemerintah. | RIZALDY