Petani Oransbari Saat Panen Tahun lalu.

Petani Oransbari Kewalahan Hadapi Tanam Serentak

MANSEL, CAHAYAPAPUA.com-Petani padi Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, kesulitan mencari tenaga buruh untuk melaksanakan sistem tanam serentak yang diterapkan di daerah tersebut.       

Mantri Tani Oransbari Cucun Hidayat, kepada wartawan, minggu (14/2), mengatakan tanam serentak diberlakukan untuk mengurangi serangan gama, terutama tikus terhadap padi petani. Pemberlakukan sistem ini perlu didukung oleh peralatan pertanian yang mumpuni agar berjalan maksimal.

Dia menjelaskan, saat tanam serentak berlangsung, para petani mengelola lahan masing-masing. “Untuk mempersiapkan lahan mereka terbantu dengan mesin traktor. Tetapi kalau sudah tiba saatnya tahap penanaman hingga pemanenan, di Oransbari sulit untuk mendapat tenaga,” kata Cucun.

Menurutnya, sejak beberapa tahun belakangan, pemerintah telah memberikan dukungan kepada para kelompok tani dengan mengalokasikan sejumlah alat mesin, namun bantuan alat itu hanya mampu menanggulangi tahapan penyiapan lahan. Petani membutuhkan tambahan alat tanam dan panen.

Untuk mengelola sekirtar 525 hektare lahan padi di wuilayah Oransbari, petani daerah ini hanya berghantung pada satu unit mesin tanam dan satu unit mesin panen. Satu unit mesin rata-rata hanya mampu melayanai 20 hektare lahan setiap musim, selebihnya dikerjakan secara manual.

“Kalau untuk mesin traktor saat ini sudah bisa mengimbangi kebutuhan petani, namun untuk proses tanam hingga panen, terkadang petani pendatangkan tenaga dari SP (Satuan Pemukiwan di wilayah kabupaten Manokwari),” kata dia menambahkan.

Dia menambahkan, hasil panen petani pada musim panin akhir 2015, cukup memuaskan, perhektare menghasilkan enam hingga delapan ton gabah. Kendati demikian, hal itu tidak memberi keuntungan yang signifikan bagi petani.

”Biaya produksi pertanian di wilayah ini cukup tinggi. seperti harus mendatangkan tenaga dari luar, dan selebihnya kebutuhan obat dan pupuk yang kadang tidak menentu. Kondisi ini membuat para petani harus mengeluarkan dana yang lebih dari yang seharusnya,”kata dia menjelaskan.

Cucun berpendapat, untuk mendorong oransbari menjadi lumbung padi, pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih. Dari pemberian bantuan alat pertanian, khusunya mesin tanam dan mesin panen, serta ketersediaan pupuk dan obat yang dibutuhkan.

Jika tiga hal itu terpenuhi, ia yakin petani bisa menanam tiga kali dalam setahun. Demikian, produksi padi Oransbari bisa meningkat.

Cucun salut dengan para petani di daerah ini, sebab, maksipun mereka masih berada dalam keterbatasan, namun mereka merasa puas dengan dukungan yang diberikan oleh pemerintah selama ini.

Dia menyebutkan bahwa, kebutuhan utama petani adalah ketersiadaan Air. Hal itu sudah terpenuhi dengan adanya irigasi yang dibangun pemerintah melalui pematang sawah mereka. Bendungan yang tersedia di daerah tersebut dinilai mampu melayani lahan sawa seluas 30 ribu hektar. |SOETANTO | EDITOR : TOYIBAN