Petugas Keamanan yang mendampingi Petugas Kesehatan saat merujuk Pasien Kecelakaan ke RSUD Manokwari, Keterbatasan Ambulance, 3 Orang pasien di Rujuk Menggunakan Mobil Angkutan.

Truk Sampah Pemda Mansel Terbalik, Satu Orang Tewas

MANSEL, CAHAYAPAPUA.com-Satu-satunya mobil truk pengangkut sampah milik pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat malam lalu mengalami kecelakaan tunggal. Satu orang tewas, satu patah tulang dan dua orang luka ringan akibat peristiwa itu.

Empat korban itu kabarnya, merupakan tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum Manokwari Selatan. Korban tewas ini bernama Mikael Towansiba, korban patah tulang Otis Saiba. Sementara dua korban yang mengalami luka ringan, Erwin Kapisa dan Noseli Rumbiak.

Pelaksana Tugas Kapolsek Ransiki, Ipda Jamhari, menuturkan, sesuai olah tempat kejadian perkara (TKP), Kecelakaan itu terjadi setelah mengantar semen di Distrik Nenei. Polisi menduga kecelakaan itu terjadi karena mobil yang saat itu mengangkut batu itu mengalami gangguan saat pengemudi mencoba mengover gigi.

“Forsneleng dalam kondisi free, kemungkinan rem tidak mampu menahan beban kendaraan yang bermuatan batu pecahan ini, sehingga terbalik,” kata dia menambahkan.

Ia menyebutkan kecelakaan ini ditangani oleh Satlantas Polres Manokwari. “Ini merupakan kasus yang cukup besar, dan personil lantas kita disini terbatas,” kata dia seraya menambahkan, pihaknya menyerahkan pengemudi truk yang diketahui bernama Hanok Mandacan, ke Polres Manokwari untuk memberikan keterangan.

Kepala Puskesmas Ransiki, Paulinus Sayori menjelaskan, korban yang tewas akibat peristiwa itu mengalami luka serius di tengkorak kepala bagian belakang. Korban pun kehabisan darah.

“Secara klinis yang dua memang luka ringan tapi lebih pastinya dokter rumah sakit umum yang lebih tahu, karena malam itu kita berusaha secepatnya membawa mereka ke Manokwari,” ujarnya.

Pantauan media, sebelum dirujuk ke Manokwari korban sempat mendapat pertolongan pertama di Puskesmas Ransiki. Empat korb dilarikan ke Manokwari untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam perjalanan, satu orang meninggal sehingga dibawa kembali.

Tiga korban lainnya diangkut menggunakan kendaraan umum , sebab mobil Ambulan di daerah ini terbatas..

Warga Sempat Memanas      

Halaman Puskesmas Ransiki, Jumat (12/2) malam lalu tiba-tiba dipadati warga Manokwari selatan. Kehadiran mereka untuk melihat kondisi rekan mereka yang mengalami kecelakaan kampung Susmorof Distrik Ransiki.

Puluhan warga yang sebagiannya membawa senjata tajam ini sempat emosi setelah melihat kondisi rekannya cukup parah, terlebih lagi setelah mengetahui bahwa mereka mengalami kecelakaan setelah mengantar Semen ke Distrik Nenei menggunakan Kendaraan Truk Sampah milik Pemerintah Daerah.

Mendengar informasi tersebut, Ketua DPRD Manokwari Selatan, Essau M. Ahoren bersama wakil Ketua Satu Yohanis Bieth, bergegas mendatangi Puskesmas membantu petugas Keamanan dari Polsek Ransiki bernegosiasi dengan masyarakat.

Kehadiran kedua legislator ini tak lain adalah memberikan pemahaman kepada warga setempat yang sempat emosi atas kecelakaan truk sampah yang menewaskan Mikail Towansiba itu.

“Sudah dapat gaji, dikasi kendaraan dinas, kenapa lagi pake mobil sampah untuk mencari, gaji tidak cukup kah,”ungkap salah satu warga di Puskesmas tersebut.

Kehadiran Ketua dan wakil ketua DPRD berhasil menenangkan warga, sehingga memberikan keleluasaan bagi paramedis mempersiapkan para korban untuk dirujuk ke RSUD Manokwari. |SOETANTO |EDITOR : TOYIBAN