Ribuan liter miras oplosan yang ditangkap dari pulau Kaki, Pantura, Manokwari saat diamankan di Polres Manokwari baru-baru ini.

Kasus Miras, Tiga Oknum Polisi Dituntut Berbeda dengan 5 Terdakwa Lain

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.comDelapan terdakwa kasus Minuman Keras(Miras) yang ditangkap di Perairan Pulau Kaki pada 29 Agustus 2015 lalu, menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum, Rabu (17/2/2016) di Pengadilan Negeri Manokwari.

Delapan terdakwa yakni Rudi M Sen dituntut 18 bulan penjara, Jhon E Sada dan Oki dituntut masing-masing 10 bulan penjara. Ketiganya adalah oknum anggota polisi.

Sementara itu dalam tuntutan JPU Syahrul Rahman, SH terdakwa Joko Wanma dituntut 24 bulan penjara, terdakwa Andris dituntut 12 bulan penjara, terdakwa Felix dituntut 12 bulan penjara, terdakwa Yohan dan Hokber dituntut masing-masing 10 bulan penjara.

Hal yang memberatkan hukuman delapan terdakwa, dimana para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan miras di Manokwari, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2005 tentang Peredaran Dan Penjulan Miras.

Sedangkan yang meringankan hukuman para terdakwa, mereka berlaku sopan di persidangan, mengakui perbuatannya, serta memiliki tanggungan anak dan istri.

Usai pembacaan tuntutan, delapan terdakwa meminta majelis hakim, Alexander Tetelepta, SH dalam vonis nantinya, dapat meringankan hukuman mereka.

Sidang  ditunda hingga pekan depan dalam agenda pembacaan putusan dari majelis hakim.

Delapan terdakwa dibekuk polisi, Sabtu 29 Agustus 2015, sekitar pukul 21.25 WIT di Perarian Pulau Kaki Manokwari, polisi mengerebek sebuah kapal kayu KM Yafee, bermuatan 390 jerigen berisikan minuman keras jenis CT dari Bitung, Sulawesi Utara.

Dalam penggerebekan kapal, dua terdakwa Yohan dan Hokber diamankan polisi lantaran berada diatas kapal bersama 390 jerigen Miras jenis Cap Tikus (CT).  Terdakwa diperintahkan oleh terdakwa Joko untuk membawa minuman keras masuk ke Manokwari, senilai Rp 147 juta.

Sedangkan enam terdakwa lainnya tidak ikut dalam pelayaran kapal Kayu KM Yafee dari Bitung, Sulawesi Utara. Tetapi mereka terlibat langsung dalam kepemilikan minuman keras tersebut.

Atas perbuatannya, delapan  terdakwa di jerat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan, Jo pasal 204 ayat 1 KUHP. |ADLU RAHARUSUN|EDITOR : BUSTAM