Penjabat Bupati, Derek Ampnir, S.Sos, MM, menyerahkan bendera Merah Putih kepada peserta ekspedisi pada Upacara Pembukaan Ekspedisi NKRI Subkorwil 03 Sorsel di Halaman Kantor Bupati, kemarin

Sorsel Jaminkan 1707 Jiwa Warga Kurang Mampu dalam BPJS

TEMINABUAN, CAHAYAPAPUA.com Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan akhirnya menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sorong Raya, Rabu (17/2).

Kerjasama itu ditandatangani Kepala BPJS Sorong Raya, Matias Max Krey dan Penjabat Bupati Sorsel, Derek Ampnir usai apel pembukaan ekspedisi NKRI 2016 Koridor Papua Barat Subkorwil 03/Sorong, Rabu (17/2).

Matias mengatakan, program ini untuk membantu melayani masyarakat kurang mampu yang belum tersentuh BPJS agar terakomodir dan memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah atau JAMKESDA.

“Jadi kalau masyarakat sakit sudah ada kartu yang menjaminkannya. Kartu JAMKESDA bisa dipakai untuk mendapat pelayanan di rumah sakit, termasuk rumah sakit yang ada di luar Sorong,” ujarnya.

Penerima BPJS – JAMKESDA di Sorong Selatan mencapai 1707 jiwa yang telah dijaminkan Pemda melalui APBD setempat selama tiga tahun. Dalam APBD, BPJS membebankan biaya sebesar Rp. 19.225 per orang per bulan.

Matias menjelaskan, masih mungkin terjadi penambahan terhadap penerima BPJS – JAMKESDA karena bisa jadi masih ada warga kurang mampu yang belum terdata. Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dukcapil untuk mendapat data tambahan. “Data tambahan tetap diakomodir untuk diterbitkan kartunya. Program pendataan ini akan berjalan sampai 31 Desember 2016,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan setelah berkoordinasi dengan pihak terkait akan melakukan distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) bersamaan dengan distribusi kartu JAMKESDA yang akan berlangsung hingga 31 Desember 2016.

Matias juga mengungkap bahwa BPJS Kesehatan secara bertahap ke depan akan menerapkan satu kartu untuk layanan kesehatan dengan kartu KIS.

Kartu KIS sambung dia, nantinya bisa dipergunakan untuk pelayanan kesehatan yang komprehensif pada seluruh fasilitas kesehatan secara berjenjang. “Namun bagi yang belum mengganti ke kartu KIS, kartu lamanya masih tetap berfungsi,” jamin dia. |NASIR