Ilustrasi Universitas Negeri Papua

Fakultas Pertanian Wajibkan Bahasa Inggris kepada Mahasiswa

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Fakultas Pertanian Universitas Papua (Unipa) Manokwari, akan menyelenggaran kursus bahasa Inggris dan Toefel (Test of English As a foreign language) bagi mahasiswa dari sejumlah jurusan di fakultas tersebut.

Program kursus ini akan dilaksanakan melalui bekerja sama dengan unit Pelaksana Teknis Pelayanan (UPT) bahasa di kampus tersebut

Dekan Fakultas Pertanian, Agus Samule, Rabu (17/2) mengatakan, program ini wajib bagi seluruh mahasiswa jurusan budidaya pertanian dan program study sarjana agronomi teknologi, D3 tanaman pangan dan D3 tanaman perkebunan serta jurusan sosial ekonomi pertanian, dengan program study sarjana agribis.

Agus menjelaskan, beberapa tahun belakangan ini, seluruh perguruan tinggi di Indonesia, mewajibkan setiap sarjana baru untuk berbahasa Inggris. Hal itu diilakukan agar mereka mampu bersaing di era Masyarakat Eknonomi ASEAN (MEA).

Di negara maju, kata dia, bahasa Inggris sudah menjadi bahasa wajib. Indonesia belum menerapkan pola tersebut, sehingga tenaga kerja Indonesia tertinggal dari para pencari kerja dari negara–negara ASEAN.

Agus menjelaskan, lulusan tahun 2017 wisudawan Unipa wajib mengantongi ijazah dan sertifikat pendamping bahasa Inggris. Untuk mewujudkan itu, pihaknya akan berupaya maksimal melalui pemberian pelatihan yang disesuaikan dengan profesi dan kompetensi masing-masing. Jika program ini berhasil, ia yakin lulusan Unipa mampu bersaing di era global.

Menindaklanjuti program kursus tersebut, Rabu (17/2) penandatanganan naskah kerja sama antara Dekan Fakultas Pertanian Kepala UPT bahasa Unipa, Hengki Mofu telah dilaksanakan. Program kursus akan dimulai dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015-2016.

Dia menambahkan Indonesia telah memasuki Asean Econnomic Community. Sertivikat pendidikan tinggi dinilai belum cukup, untuk itu keterampilan khusus diperlukan untuk menunjang pendidikan tinggi.

“Dan yang paling dibutuhkan saat ini adalah bahasa Inggris yang merupakan bahasa Global, yang ingin lebih maju dari pada umumnya perlu menguasai bahasa Inggris,” kata dia lagi.

Kepala UPT Bahasa Unipa, Hengki Mofu berharap, rektor, dekan, dosen dan mahasiswa Unipa, menyambut baik, pemberlakukan bahasa Inggris sebagai alat wajib berkomunikasi. Ia ingin mahasiswa mendapatkan kesempatan Beasiswa ke luar negeri.

“Dimuali dari sekarang, semua pihak Unipa harus paham akan era global ini, sehingga lulusan Unipa berkualitas dan tidak mendapat kendala yang berarti, dalam persaingan mencari pekerjaan dengan negara lain,” tuturnya. | EDY MUSAHIDIN | EDITOR : TOYIBAN