Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Manokwari,Yuliana Numbery. (facebook)

Tahun 2015, 27 Anak di Manokwari Alami Kasus Kekerasan

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Manokwari Yuliana Numbery mengatakan, sepanjang tahun 2015 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Manokwari mencapai 27 orang.

“Dari 27 kasus kekerasan anak di Kabupaten Manokwari, kebayakan dialami anak-anak dibawah umur 18 sampai 2 tahun,” kata Yuliana kepada Cahaya Papua, Kamis (18/2/2016).

Menurut Yuliana, kasus kekerasan bagi anak laki laki maupun perempuan tidak beda jauh, angkanya 14 sampai 13 orang.

Selain itu jenis kekerasan yang sering dialami adalah fisik, psikis, pelantaran dan pencabulan.

Hal ini kata Yuliana, menunjukan bahwa kesadaran maupun tanggungjawab orangtua dalam memberikan perlindungan terhadap anak masih rendah. Provinsi Papua dan Papua Barat menempati urutan ke empat kasus kekerasan anak.

Lanjut Yuliana, untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak, anak-anak harus terlindungi dari tindakan fisik, psikik, pencabulan dan penyalagunan narkotika (aibon).

Yuliana berharap, program di tahun 2016 lebih kepada memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya dapat melindungi anak-anak. “Mereka (anak-anak) butuh ruang yang cukup agar dapat berekspresi dan berkreativitas,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan, yakni mendukung program kota layak anak. “Ketika bersama-sama mendorong terbentuknya kota layak anak, maka itu bagian dari melindungi, penghormatan, dan penghargaan terhadap hak anak,” kata dia.

Yuliana berharap mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, apalagi saat ini Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manokwari yang baru telah dilantik. |EDY MUSAHIDIN|EDITOR : BUSTAM