Ilustrasi

147 POLISI DAN BRIMOB DITERJUNKAN KE RANSIKI

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Untuk mengamankan jalannya serah terima jabatan bupati dan wakil bupati Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Polres Manokwari menerjunkan 147 personil yang telah diberangkatkan ke ibukota Mansel, Ransiki, Kamis (18/2).

Kepala Bagian Operasional Polres Manokwari Kompol Herminto kepada Cahaya Papua, Kamis (18/2), di Mapolres Manokwari, mengatakan, personil yang telah dikirim itu terdiri atas 31 anggota Brimob dan 126 anggota Polres.

Herminto menuturkan adanya penambahan anggota untuk pengamanan sertijab tersebut merupakan rangkaian dari penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2015 lalu. “Selain itu kami melihat ada potensi gejolak disana,” terang dia, kemarin.

Saat pelantikan 5 kepala daerah di Gedung Auditorium PKK Rabu lalu pihaknya menemukan sekitar puluhan orang mengadakan aksi protes meminta gubernur membatalkan pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Manokwari Selatan terkait masalah dugaan pemalsuan ijazah.

Pantauan Cahaya Papua, personil yang diberangkatkan ke Mansel lebih dulu mengikuti apel yang dipimpin Herminto di Mapolres Manokwari Kamis sore. Setelah itu mereka diangkut menggunakan bis menuju Ransiki.

Setelah tiba di Ransiki, para personil tersebut akan beristirahat sebentar lalu pada pagi hari berkumpul di lapangan Garuda Ransiki untuk mengikuti apel pemantapan tugas.

Dua hari sebelum dilantik sebagai Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal Polri oleh Maxi N Ahoren atas tuduhan penggunaan ijazah palsu ketika mencalonkan diri sebagai bupati Manokwari Selatan dalam Pilkada 2015.

“Saya sudah mengetahui bahwa Markus Waran menggunakan ijazah palsu, namun saya tidak mau bertindak sembarangan,” kata Maxi di Jakarta, Senin (15/2) seperti dikutip Oke Zone.

Maxi mengaku telah melaporkan temuannya itu kepada Plt Bupati Manokwari Lasarus Indou (saat itu). Ia mengklaim Lasarus kemudian mengecek kebenaran laporan itu ke Ristek Dikti dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (kopertis).

Menurut Maxi, dari penelusuran Lasarus, Markus tidak terdata sebagai alumni di salah satu universitas swasta di Surabaya. “Dengan dua bukti tersebut kita laporkan Markus Waran ke Bareskrim,” tandas dia.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah di Manokwari Selatan, Markus dan Wempi head to head melawan David Towan Siba yang berpasangan dengan Maxi N Ahoren.

KPU kemudian menyatakan pasangan Markus – Wempi sebagai pemenang dengan mengantongi 13086 suara, sementara David – Maxi mendapat 5447 suara.

Markus telah dilantik sebagai bupati Manokwari Selatan bersama Wakilnya Wempi Welly Rengkung oleh Gubernur Papua Barat Abraham Atururi di kantor Gubernur Papua Barat Rabu (17/2) lalu. |ADLU RAHARUSUN