Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Manokwari, Romer Tapilatu.

Granat Prihatin, 60 Anak di Manokwari Pecandu Lem Aibon

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Penyalahgunaan lem aibon terus bertambah dan kian mempriatinkan. Parahnya, pengguna lem aibon adalah anak usia dini.

Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Manokwari, Romer Tapilatu Kamis lalu menyebut kalau di Manokwari terdapat sebanyak 60 anak dengan usia 6-12 tahun yang merupakan pecandu lem aibon.

“Pecandu Lem aibon ini semakin memperihatinkan. Ada 20 anak yang sudah sangat kecanduan dan kondisinya memprihatinkan,”ungkapnya.

Menurutnya, sudah saatnya pemerintah daerah mengambil langkah cepat untuk mengatasi hal ini. Jika tidak, yang parah akan semakin parah dan pengaruh lingkungan akan menambahkan jumlah pecandu lem aibon.

Langkah pemerintah itu kata Romer perlu dilakukan sesegera mungkin karena dalam konteks penanganan rehabilitasi, Badan Narkotika Nasional (BNN) wilayah Papua Barat yang berlokasi di Manokwari tidak memiliki petunjuk teknis untuk penanganan pecandu lem aibon. Otomatis kata Romer, rehabilitasi untuk pecandu lem aibon tidak bisa dilakukan.

Selain itu, belum ada dasar hukum yang bisa digunakan untuk menangani kasus ini. Otomatis, tidak ada efek jera yang bisa dipakai untuk meminimalisir pengguna lem aibon.

Disatu sisi, peran orang tua juga bisa menjadi celah dimana anak terjerumus ke dalam jurang seperti ini. Pasalnya, keluarga menjadi tolak ukur utama perkembangan anak yang kemudian disusul dengan pendidikan dan lingkungan.

Diakui Romer, dari penelusuran yang dia lakukan, pecandu lem aibon rata-rata adalah anak putus sekolah. Ia mensinyalir peran pendidikan sama sekali tidak mereka dapatkan, termasuk lemahnya peran lingkungan membentuk pribadi mereka, juga kurangnya pendidikan orang tua, sehingga mereka terjerumus sebagai pengguna lem aibon.

Romer berharap agar bidang terkait anak seperti Badan Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) juga dapat memperhatikan hal ini. “Penyalahgunaan lem aibon tergolong sangat mudah karena murahnya harga jual dan mudah didapatkan,” pungkasnya. |HENDRIK AKBAR