Ketua BNN Papua Barat, Benny Pattiasina.

Pembangunan Kantor BNN di 6 Daerah Masih Tunggu SK Kemenpan RB

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Badan Narkotika Nasional (BBN) Provinsi Papua Barat masih menindaklajuti pembangunan enam kantor cabang BBN di kabupaten/kota di Papua Barat tahun 2016.

“Pembangunan kantor cabang BBN ini masih menunggu respon dari Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” kata Ketua BNN Papua Barat Benny Pattiasina, Jumat (19/2).

Kantor BNN tingkat kabupaten rencananya akan dibangun di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Raja Ampat, Manokwari, Fakfak dan Kaimana. Benny mengatakan, pada prinsipnya Kemenpan RB sudah menyetujui rencana pembentukan kelembagaan BNN di 6 daerah itu namun pihaknya masih menunggu Surat Keputusan. “Kami juga sedang menunggu rekomendasi dari kabupaten/kota yang akan didirikan BNN,” ujarnya.

Ia menekankan, keberadaan kantor BNN di 6 kabupaten tersebut diharapkan dapat mengurangi bahaya penyalagunaan narkoba. “Kami juga harap BNN yang terbentuk nanti bisa berjalan optimal. Para stafnya juga harus mampu memahami tugas pokok dan aturan yang sudah ditentukan,” ujar dia menambahkan.

Prevalensi penyalahggunan narkoba di Papua Barat pada tahun 2014 menurut catatan BNN Papua Barat mencapai 1,57 %. Angka ini telah turun menjadi 1,49 persen pada tahun 2015.

“Kebanyakan yang menggunakan narkoba adalah mereka yang ingin mencoba-coba. Ini merupakan indikasi bahwa para pengedar atau penjual obat-obat terlarang masih banyak sekali,” katanya.

BNN berharap pengalakkan sosialisasi bahaya penyalaggunaan narkoba kepada masyarakat Papua Barat kedepan dapat menekan jumlah pengguna narkoba pada tahun-tahun mendatang.

Dalam konteks menekan penggunaan narkoba tersebut ia menambahkan, “BNN dan Polisi tidak bisa bekerja sendiri, harus melibatkan pemerintah dan seluruh komponen masyarakat.” |EDY MUSAHIDIN