Ilustrasi BBM Ilegal, (metrosulawesi.com)

Puluhan Pengecer BBM di Wasior Belum Punya Izin

WASIOR, CAHAYAPAPUA.com– Banyak pengecer BBM jenis bensin di Kota Wasior dan sekitarnya ternyata belum memiliki izin usaha.  Inspeksi mendadak yang dilakukan Bagian Perekonomian Daerah (Perekda) Kamis (18/2) mendapatkan sedikitnya 20 pengecer tidak mengantongi ijin usaha dari Pemda. 

Keuntungan yang lumayan besar dari bisnis ini menjadi alasan mereka nekat menjual secara ilegal. Pengecer yang tidak berijin itu rupanya mendapat pasokan bensin dari agen BBM yang sudah terdaftar resmi di Dinas Perindagkop.“Jadi rupanya agen ini melempar BBM kepada para pengecer ini tanpa ada rekomendasi resmi. Mereka hanya kasih karena faktor uang,” ucap Kepala Bagian Perekda Decky V. Torey, ditemu di perkantoran Pemda di Rasiei Jumat (19/2).

Dari Sidak itu juga didapatkan ada 2 pengecer yang menjual bensin subsidi dengan harga industri. Mereka membeli dengan harga
Rp.7.500/liter kemudian dijual ke masyarakat umum dengan harga
Rp.12.000/liter.

Meski tidak dikenai sanksi, menurut Decky, pengecer bersangkutan tidak diperkenankan lagi menjual. “Kami tidak sita BBM-nya karena yang bersangkutan sudah buat surat perjanjian, dia akan jual sesuai harga subsidi,” jelas mantan Kabag Humas dan Protokol ini.

Sementara untuk pengecer yang belum memiliki ijin, pihaknya memberi waktu 1 minggu untuk mengurus ijin usaha. Jika dalam waktu 7 hari tidak juga mengurus ijin, maka, selain melarang yang bersangkutan menjual BBM, Pemda akan mengirim surat kepada Pertamina agar menghentikan pasokan BBM kepada agen yang telah menyalurkan BBM kepada pengecer tanpa ijin itu.“Karena di lapangan terbukti banyak penyalahgunaan,” imbuh pria yang pernah menjabat Kepala Distrik Windesi itu sembari mengaku telah bekerjasama dengan kepala kampung, RT dan juga kepala distrik untuk ikut harga  BBM eceran. (BRV)