Anggota Fraksi PDIP DPRD Manokwari, Yunus Induwek.

Gaji Telat, Buruh Perkebunan Sawit Melapor ke DPRD Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.comAnggota DPRD Kabupaten Manokwari, Yunus Induwek, menilai PT. Youngjing Investindo lamban membayar upah buruh perkebunan sawit yang berlokasi di Distrik Warmare dan Prafi, Kabupaten Manokwari.

Hal itu diutarakan Yunus, setelah menerima keluhan buruh perkebunan sawit PT. Youngjing Investindo yang mengaku hingga dua bulan terakhir ini belum menerima upah kerjanya.

“Masyarakat biasa menerima pembayaran gaji antara tanggal 5 atau 6. Sekarang tidak seperti itu lagi, bahkan pembayaran upah bisa terlambat hingga dua bulan,” kata Yunus, belum lama ini.

Ia juga mengungkapkan, besaran upah buruh pun mengalami penurunan jumlah, dari sebelumnya yang disepakati dari Rp. 1 500 per kilogram.

Kondisi tersebut dijelaskan Yunus, mulai terjadi sejak perusahaan sawit itu dikelolah oleh PT. Yongjing Investindo, dari perusahaan pengelola sebelumnya PT. Perkebunan Nusantara II.

Menurutnya, Persoalan ini mestinya diketahui dan disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Manokwari. Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Manokwari diminta segera mengambil sikap untuk melindungi hak buruh di perkebunan tersebut.

“Masyarakat sudah sangat menderita karena perkebunan sawit itu menjadi tempat mereka bergantung mencari nafkah. Upahnya sudah kecil pembayarannya juga terlambat, terus apa yang bisa dorang harapkan,” ketus Yunus.

Ia pun menyarankan, Pemda Manokwari segera berkoordinasi dengan Pemprov Papua Barat. Sebab menurutnya, pemrov Papua Barat memiliki andil yang besar dalam peralihan perusahaan pengelola perkebunan dari PT. PN II ke PT. Yongjing.

Ia menuturkan, sektor perkebunan dan pertanian merupakan sektor utama penopang perekonomian masyarakat di Distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey. Selain perkebunan sawit, empat distrik ini juga sebagai lumbung pangan di daerah ini.

Menurutnya, pelayanan pemerintah di daerah ini, khususnya pertanian padi sawa dan padi ladang, telah berjalan baik, terdapat ribuan hektar lahan padi di wilayah tersebut, hasil panennya juga bisa mencapai 4 sampai 5 ton per hektar.

Ia meminta Pemda Manokwari dapat meningkatkan layanan pendampingan terhadap petani, termasuk memberikan kemudahan akses pupuk dan peralatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah ini. |RIZALDY|EDITOR : BUSTAM

 

 

Tinggalkan Balasan