Dominggus Mandacan (kanan) bersama Wahidin Puarada (disamping kanan Dominggus) resmi mendaftar ke PDIP Papua Barat, di Manokwari, Senin (22/2). Pasangan ini bersama 11 nama lainnya akan bersaing memperebutkan dukungan PDIP untuk bertarung di Pilkada Papua Barat Februari 2017.

Dominggus – Puarada Resmi Daftar ke PDIP

MANOKWARI, Cahayapapua.com-– Dominggus Mandacan dan Wahidin Puarada resmi mendaftar ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Papua Barat, Senin (22/2), sebagai upaya politik mereka untuk lolos menjadi calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat dalam Pilgub 2017.

“Sampai hari ini (kemarin, red), pak Dominggus dan pak Wahidin yang pertama mengembalikan formulir. Mereka resmi telah mendaftarkan diri,” ungkap Ketua Tim Penjaringan PDIP Papua Barat, Laurentius Ren Ell.

Sejak membuka pendaftaran, 17 Februari lalu, tim seleksi menyatakan telah menggeluarkan dua belas (12) formulir. Dua formulir diambil oleh dua pasangan calon masing-masing Dominggus Mandacan — Wahidin Puarada dan Irene Manibuy – Abdullah Manaray yang berkunjung ke sekretariat tim seleksi.

Sementara calon yang lain, menurut Ren Ell, mengambil formulir tanpa didampingi bakal calon wakil gubernur. Mereka adalah Hermus Indou, Stevanus Malak, Muhammad Uswanan, Markus Wanma, Jonathan Rumainum, Celcius Auparay, Alfons Manibuy, Alberth Torey, Isak Wonatorey dan Djimi Demianus Idji.

Tim seleksi mengungkap, Irene Manibuy dan Jonathan Rumainum sudah memberikan informasi kepada panitia bahwa mereka akan mendaftarkan diri ke sekretariat tim seleksi dalam waktu dekat. Irene dijadwalkan pada 23 Februari sementara Rumainum pada tanggal 25 Februari.

PDIP Papua Barat membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat sejak beberapa waktu lalu dan menetapkan waktu pengembalian formulir hingga 27 Februari akhir pekan ini.

Didalam formulir tersebut, selain memuat identitas, latar belakang pendidikan dan pengalaman, PDIP juga mewajibkan para bakal calon untuk menulis visi dan misi. Mereka juga diwajibkan melampirkan surat bebas narkoba.

Ren Ell mengatakan, jika tim telah menerima formulir para bakal calon hingga batas waktu penutupan, selanjutnya akan dipelajari kemudian dikirimkan ke DPP PDIP pada 29 Februari. DPP PDIP yang akan menggeluarkan ketetapan dukungan partai berlambang banteng moncong putih ini di Pilgub Papua Barat. Sebelum menentukan rekomendasi, PDIP membuka peluang melakukan survei elektabilitas bakal calon.

Sementara Sekretaris Panitia Penjaringan, Saleh Sikman, menyatakan PDIP dipastikan berkoalisi dengan partai lain, karena sesuai aturan, yang bisa mengusulkan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat adalah yang memiliki suara 20 persen dari jumlah kursi DPR. “Kami hanya mendapatkan empat kursi, belum mencapai 20 persen, sehingga kami harus berkoalisi dengan partai lain,” katanya. |RASYID FATAHUDIN | EDY MUSAHIDIN

Tinggalkan Balasan