Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. (Fraksipan.com)

Irene dan Hermus Bersaing Rebut Simpati PAN

MANOKWARI, Cahayapapua.com-– Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengungkap, PAN akan menyeleksi Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy dan mantan Ketua KNPI Provinsi Papua Barat, Hermus Indou untuk diusung di Pilgub Papua Barat 2017.

“Kita akan adakan survei terbatas kepada masyarakat Papua Barat kira-kira siapa yang diinginkan. Yang diinginkan masyarakat itulah nanti akan didukung oleh PAN,” kata Zulkifli usai membuka Musyawarah Wilayah DPW PAN Provinsi Papua Barat di Manokwari, Senin (22/2).

Zulkifli mengemukakan peluang kader PAN dalam kontestasi pilkada Papua Barat terbuka lebar, juga kepada calon dari luar partai. “Bisa dari kader sendiri, dari tokoh masyarakat dan darimana pun.

Yang penting haruslah berwawasan kebangsaan, berjuang sungguh-sungguh kepada rakyatnya dan memajukan daerahnya. Ini yang akan disimpan,” ujarnya.


Tolak Mahar Politik

Pada Pilkada serentak tahun 2015 lalu, PAN meraih kemenangan di 120 an daerah. Empat diantaranya ada di Provinsi Papua Barat. Zulkifli mengingatkan, kepercayaan masyarakat harus dijaga.

Caranya melalui kerja dengan segala kemampuan. “Sebagai politisi harus sadar bahwa kedaulatan adalah milik rakyat. Jaga kedaulatan dengan jaga kepercayaan rakyat sehingga tidak mengecewakan,” tuturnya.

Disisi lain, Zukifli menegaskan tidak dibenarkan bagi pengurus partai atau tim pencalonan kepala daerah meminta uang sebagai mahar politik. “Tidak boleh minta-minta uang. Kalau minta uang nanti bupatinya menang cari-cari proyek dan itu tidak boleh lagi. Jaman sudah berubah,” kata dia mengingatkan kader PAN.

Zulkifli menegaskan, kader PAN yang menjabat sebagai anggota dewan maupun kepala daerah (gubernur/bupati dan walikota) tidak boleh bermain proyek tapi sungguh-sungguh melayani rakyat.

“Kalau mau main bisnis jadi pengusaha. Tidak boleh lagi minta-minta uang atau pungut apapun. PAN tidak minta-minta uang. Saya tegaskan, tidak boleh minta-minta uang,” pungkasnya. |RASYID FATAHUDDIN

Tinggalkan Balasan