Pembukaan Musyawarah Wilayah ke-4 DPW PAN Papua Barat di Manokwari, Senin (22/2). Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan menyatakan PAN merupakan rumah besar yang boleh dihuni anak bangsa dari berbagai latar belakang.

Zulkifli Hasan : PAN Rumah Besar bagi Anak Bangsa

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan mengatakan, PAN adalah rumah besar dan partai terbuka bagi anak bangsa dari Sabang sampai Merauke. PAN menurutnya tidak lagi mempertentangkan urusan agama dan suku. Sebab, semua kader memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk maju dan mengejar prestasi.

“Kalau semua (keterwakilan) ada di PAN ya karena partai ini adalah partai terbuka,” kata Zulkifli saat memberikan arahan pada pembukaan Musyawarah Wilayah ke-4 DPW PAN Provinsi Papua Barat di Manokwari, Senin (22/2).

Kata Zulkifli, keberagaman merupakan potensi partai yang mampu bertahan dari konflik dan perpecahan. Dengan demikian menurut dia demokrasi akan memberikan hasil terbaik.

“Kalau partai bertengkar bagaimana mau mengurus masyarakat. Parpol harus jadi contoh dan buktikan sebagai pilar demokrasi,” ungkap Zulkifli.

Ketua DPW PAN Papua Barat, Rahmad Cahyadi Sinamur menambahkan, PAN telah dikenal di provinsi ini. Bahkan, sampai ke daerah-daerah terpencil. Ia mengibaratkan seperti, masyarakat mengenal matahari.

“Muncul kader partai dari pinggiran kota, gunung, lembah pada pemilu legislatif maupun Pilkada. Ini menandakan partai jauh dikenal hingga pedalaman,” ujarnya.

Rahmat mengemukakan, hasil pemilu legislative 2014 lalu, PAN meraih 23 kursi di tingkat kabupaten/kota. Di tingkat provinsi, partai berlambang matahari ini meraih empat kursi.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Irene mengatakan, PAN telah berperan dalam mencetak pemimpin di daerah ini.

“PAN harus beri kontribusi lebih besar lagi bagi daerah ini. Dukungan parpol lainnya juga diharapkan bersama untuk bangun Papua Barat. Pemerintah selalu bersinergi dengan parpol,” kata Irene.

Ketua Panitia, Yusak Iryo menyampaikan agenda Muswil harusnya dilaksanakan pada tahun 2015 lalu. Namun, tertunda akibat pelaksanaan Pilkada.

Pantauan media ini, selain Irene, Hermus Indou, Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy dan sejumlah petinggi partai turut hadir termasuk beberapa pengurus DPP. |RASYID FATAHUDDIN

 

Tinggalkan Balasan