Penyidik Tipikor Polres Sorong Kota ketika melimpahkan berkas tahap II, tersangka dan barang bukti kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) ke Kejaksaan Negeri Sorong, kemarin siang.

Polisi Serahkan Berkas dan BB Korupsi Dana Bansos ke Kejaksaan

SORONG, CAHAYAPAPUA.com-Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sorong Kota, Selasa (23/2/2016) siang melimpahkan berkas tahap II, tersangka dan barang bukti kasus korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) ke Kejaksaan Negeri Sorong.

Namun dalam pelimpahan kasus tersebut, para tersangka inisial BA, OS dan LA hanya ditahan sebagai tahanan kota oleh Kejaksaan Negeri Sorong. Adapun barang bukti yang diserahkan oleh penyidik diantaranya berkas pencairan dana serta uang dalam bentuk cek senilai Rp 800.000.000.-

Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Damrah Muin, SH melalui Kepala Seksi Pidana Khususnya, Benony A. Kombado SH membenarkan hal tersebut.

Kepada awak Media, Kombado mengaku bahwa pihaknya hanya melakukan tahanan kota kepada tiga tersangka kasus korupsi dana Bansos, karena tim pidana khusus kejaksaan belum merapatkan hal tersebut (soal penahanan tiga tersangka).

“Kita tim belum rapatkan hal itu. Karena jenis penahanan itu ada tiga, tahanan rumah, tahanan kota dan tahanan rutan,” tutur Kombado di ruang penyidik Tipikor Kejaksaan Negeri Sorong, kemarin.

Ketiga tersangaka masing-masing BS, OS dan LA dinyatakan telah melakukan korupsi dengan menyalah gunakan dana Bansos senilai, Rp 1 miliar lebih, yang mana dibagi-bagikan tidak tepat sasaran.

Sementara itu, Kuasa hukum tersangka BS, Muhammad Husni, SH mengatakan, meski kliennya BS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, namun BS tetap kooperatif untuk memenuhi panggilan kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Sorong.

Dalam kesempatan itu, Husni mengajukan penangguhan penahanan kliennya tersebut, karena menurut Husni, BS adalah seorang anggota DPRD Kota Sorong asal Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Sorong yang masih aktif dan kondisi kesehatannya masih terganggu.

“Klien kami ini sedang sakit dan dia adalah anggota DPRD Kota Sorong yang masih aktif,” tutur Husni, sembari mengaku lega karena kasus ini telah dilipahkan ke kejaksaan dan seterusnya akan menunggu ke tahap persidangan di Manokwari.

Hal senada disampaikan kuasa hukum tersangka OS, Haris Nurlete, SH yang mengatakan bahwa OS juga telah mengajukan surat penagguhan penahanan lantaran dirinya masih dalam proses menyusui.

“Kita juga ajukan surat penangguhan penahanan karena OS sedang menyusui anaknya yang masih membutuhkan belaian kasih seorang ibu,” tutur Haris kepada media ini melalui telepon seluler.

Perlu diketahui bahwa, kasus korupsi dana bansos ini telah ditangani oleh Polres Sorong Kota sejak tahun 2014 silam, dimana kasus ini pertama kali dilaporkan sejumlah korban kebakaran di Polsek Sorong Sorong Barat. |NASIR|EDITOR : BUSTAM

 

 

Tinggalkan Balasan