Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi

Bram: Jangan Ada Gubernur-Gubernur Kecil

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Gubernur Papua Barat, Abraham O Atururi mengingatkan para Kepala Bidang dan Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat agar bekerja sesuai prosedur kerja yang telah ditetapkan.

Hal itu diungkapkan, Bram terhadap kepala SKPD yang berperilaku menyamai gubernur. Gubernur mensinyalir ada pimpinan SKPD yang mecatut nama dan melakukan scan tanda tangan miliknya.

“Saya sampaikan kepada semua pimpinan SKPD, gubernur Papua Barat itu cuma ada satu saja, saya harap jangan sampai ada gubernur-gubernur kecil yang lain, itu tidak boleh, itu bikin susah kita semua,” kata gubernur pada peresmian kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat, Rabu, (24/2/2016).

Dia menilai, perilaku kepala SKPD dan para Kabid yang seperti itu sebagai penyebab rusaknya tatanan pemerintahan di provinsi ini. Perbuatan seperti itu, sama halnya yang terjadi pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Menurutnya, perilaku kepala-kepala SKPD yang bertingkah bagaikan kepala SKPD, menggunakan anggaran program tidak sesuai prosedur, berakibat pada proses hukum yang saat ini sedang dijalani oleh kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hery T. Uhi.

“Ini sama dengan apa yang terjadi pada kepala dinas Peternakan dan Kesesahatan hewan, itu karena ada kepala dinas kecil-kecil, yang bikin sampai beliau masuk penjara,” imbuh Bram.

Ia menegaskan, pejabat yang memiliki kewenangan menandatangai dokumen terkait pencairan anggaran kegiatan, dan dokumen prinsip lainnya, adalah kepala Dinas.

“Yang tandatangani surat, agar uang keluar itu cuma satu orang pimpinan SKPD, tapi kalau uang itu sudah keluar, jangan kalian gunakan uang itu sampai habis sebagai kepala dinas kecil-kecil, sampai kepala dinas masuk penjara,” ketus Bram

Bram berharap, kasus hukum yang dihadapi kepala Dinas Peternakan dan Keswan Papua Barat itu, jangan sampai menimpa pimpinan SKPD lainnya.

“Itu saya ingatkan kepada anda-anda, nanti besok menyusul pimpinan SKPD lainnya, saya harap jangan sampai seperti begitu,” imbuh Bram.

Ia bahkan mensinyalir, adanya perilaku oknum-oknum pejabat yang berani melakukan scan tanda tangan miliknya.

“Itu sama halnya dengan gubernur kecil-kecil, bisa itu, tanda tangan saya di scan oleh mereka-mereka, ada itu, tapi saya tidak bisa kasi tahu,” ujar Bram.

Menegaskan, kasus hukum yang dihadapi Kepala Dinas Peternakan Papua Barat ini, menjadi catatan penting bagi semua pejabat dilingkungan pemprov papua barat, jangan sampai ada pejabat yang mencatut namanya untuk kepentingan pribadi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Ini catatan buat instansi-instansi, ada yang catut nama saya juga, ini saya kasi tahu, karena saya tahu persis, kerja-kerja begitu saya hafal betul yah,” tandas Bram

“Mau jadi gubernur kecil, tapi kalau tidak pandai, yah nanti ditangkap sama bapak polisi dan kejaksaan. saya harap kita bekerja sesuai prosedur yang ada dan jangan sampai kita sama dengan kepala dinas peternakan,” tandas Bram mengakhiri. | MUHAMMAD RIZALDY | EDITOR : TOYIBAN

Tinggalkan Balasan