Ketua tim pendaftaran dan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua Barat DPD PDI Perjuangan Laurentius Ren Ell (kiri depan), menerima berkas pendaftaran Irene Manibuy dan Abdullah Manaray (kanan pertama dan kedua) di sekretariat DPD PDI Papua Barat, Rabu (24/2). Sebelumnya Dominggus Mandacan – Wahidin Puarada juga telah mendaftarkan diri ke PDIP.

Alasan Irene Duet dengan Manaray di Pilkada Papua Barat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Pengalamanan bersama sebagai politikus yang pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI dan DPD serta menjadi representasi masyarakat di daerah ini mendorong Irene Manibuy-Abdullah Manaray memilih berdampingan pada pilkada gubernur Papua Barat periode 2017-2022.

Hal itu dikemukakan bakal calon gubernur, Irene Manibuy soal alasan memilih Abdullah Manaray sebagai calon wakilnya.

“Abdullah Manaray adalah muslim Papua, sehingga kesimbangan antar umat beragama di Papua Barat semua terakomodir. Bukan berarti agama lain tidak,” kata Irene usai mendaftarkan diri ke Seketariat PDI Perjuangan, Rabu (24/2/2016).

Irene yang saat ini masih aktif sebagai wakil gubernur Papua Barat mengemukakan, pengalaman bersama di tingkat nasional itu menjadi satu kombinasi yang baik kelak ketika diberikan kepercayaan dan terpilih nanti.

“Saya yakin kami akan menjadi pasangan kerja yang baik. Menguasai komunikasi di level kementerian dan lembaga. Ini suatu kolaborasi yang sangat kuat dalam menjalankan sistim pemerintahan nantinya. Ini alasan saya memilih pak Abudullah Manaray,” tutur Irene.

Saat dikonfirmasi, Abdullah Manaray mengatakan, keinginan masyarakat yang mendorong dirinya untuk ikut dalam bursa pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Dikatakan, calon pemimpin Papua Barat kedepan harus menjadi representasi semua suku, agama, ras dan golongan serta kepentigan masyarakat di Papua Barat.

“Harus menjadi pemimpin yang bisa berdiri di tengah-tengah dan bersama masyarakat membangun Papua Barat. Dukungan dari seluruh masyarakat dibutuhkan untuk memperlancar pembangunan di Papua Barat,” akunya.

Hingga kini, Abdullah Manaray tercacat sebagai anggota DPD-RI perwakilan Provinsi Papua Barat. Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah amanah dan tanggungjawab yang besar.

“Kita juga minta doa restu dan dukungan seluruh masyarakat sehingga proses ini bisa berjalan lancar. Karena, doa restu dan dukungan itu sangat diinginkan untuk terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur tahun 2017 mendatang,” pintanya.

 

Berharap Dukungan PDIP

Disisi lain, Irene Manibuy mengharapkan untuk bisa memperoleh dukungan dari PDI Perjuangan karena merupakan partai pemerintah. Sehingga, tercipta konektivitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Irene menambahkan, dengan demikian kebijakan pemerintah dapat langsung diamanatkan di provinsi maupun kabupaten/kota se-Papua Barat.

“Yang paling kondrat dan paling utama sekali, kami harus menggunakan PDI Perjuangan. Soal pemekaran wilayah, 100 persen masuk dalam visi dan misi kami. Hanya dengan pemekaran bisa mensejahterakan masyarakat di daerah,” pungkas Irene. |RASYID FATAHUDDIN|EDITOR : BUSTAM              

Tinggalkan Balasan